Setan Lari Terkentut-kentut Saat Mendengar Adzan, Mengapa?
adzan (cyberdakwah.com)
Dari sabda Rasulullah dalam hadits shahih, kita jadi tahu salah satu kebiasaan setan. Bahwa ketika mendengar suara adzan, setan dari golongan jin lari menjauh hingga terkentut-kentut.
“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan adzan lagi” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Mengapa setan lari saat mendengar adzan? Seperti dalam hadits tersebut, setan takut dengan panggilan shalat itu. Begitu besar takutnya hingga mereka lari sambil terkentut-kentut.
“Kalimat adbarasy syaithan menggambarkan kondisi setan ketika ia lari begitu mendengar adzan,” terang Syaikh Majdi Abdul Wahab Al Ahmad dalam Syarah Hisnul Muslim, “sebab ia menganggap adzan sebagai sesuatu yang sangat besar dan menakutkan. Hingga ia terkentut-kentut. Itulah yang terjadi. Ketakutan dan ketegangan membuat persendian jadi kendor sehingga seseorang yang takut ia tidak bisa menguasai dirinya. Saluran seni dan kotoran menjadi terbuka, hingga bisa mengompol atau terkentut. Setan mengalami terkentut ini.”
Lalu mengapa setan begitu takut dengan suara adzan melebihi ketakutannya pada ayat-ayat Al Qur’an secara umum?
Syaikh Majdi Abdul Wahab Al Ahmad menambahkan, setan lari mendengar suara adzan karena adzan berisi kalimat tauhid dan syiar-syiar Islam. Setan juga putus asa dalam menggoda seseorang ketika terdengar pernyataan tauhid.
Disebutkan ayat-ayat Al Qur’an secara umum karena ada juga ayat-ayat Al Qur’an yang jika dibacakan pada orang yang diganggu setan dari golongan jin, setan itu akan kepanasan sehingga ia keluar. Hal yang demikian bisa didapati ketika seseorang sedang diruqyah. Dengan dibacakan surat Al Fatihah, surat Al Baqarah ayat 1-5, ayat kursi (surat Al Baqarah ayat 255), surat Al Baqarah ayat 285-286, Al Jin dan lain-lain, setan akan kepanasan dan akhirnya keluar dari tubuh orang yang diganggunya. Kalaupun ada setan dari golongan jin yang berusaha bertahan, kadang ia malah terbakar karenanya.
Selain menimbulkan rasa gatal dan panas, bekas gigitan nyamuk juga membuat kulit bengkak dan berubah kemerahan. Cek trik menghilangkan bekas gigitan nyamuk menggunakan bahan alami berikut ini.
Dream - Di musim pancaroba seperti saat ini, nyamuk dapat dengan mudah hinggap dan menghisap darah anda. Selain menimbulkan rasa gatal dan panas, kulit juga bisa bengkak dan berubah kemerahan.
Selain menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk, ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan. Berikut beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir rasa gatal gigitan nyamuk.
Kulit Pisang Kandungan senyawa pada kulit pisang bisa membantu menghilangkan racun bekas gigitan nyamuk, sekaligus menenangkan kulit. Hal ini lebih baik dibandingkan harus menggaruk dan membuat bekasnya makin parah.
Cuka Apel Cuka apel dianggap salah satu bahan yang cukup ampuh mengurangi rasa gatal pada bekas gigitan nyamuk. Cukup oleskan pada area yang bermasalah lalu biarkan beberapa saat. Perawatan ini bisa mengurangi rasa gatal dan panas di area bekas gigitan nyamuk.
Lemon Kandungan asam pada lemon berfungsi untuk mengusir kuman dan racun bekas gigitan nyamuk. Cukup iris jeruk dan aplikasikan perasan lemon atau parutan kulitnya untuk menyembuhkan bekas gigitan nyamuk.
Baking Soda Bahan yang satu ini memang punya beragam manfaat, salah satunya mengatasi bekas gigitan nyamuk. Campur baking soda dan air, lalu basuh di permukaan kulit yang bermasalah. Biarkan beberapa saat kemudian bilas dengan air dingin.
Kantung Teh Setelah merebus teh, Anda bisa memanfaatkan kantungnya untuk mengkompres di bagian yang terkena gigitan nyamuk. Cara ini bisa mengurangi gatal dan mengeluarkan racun di area tersebut. Kompres beberapa saat hingga permukaan kulit mengempis dan rasa gatal sedikit berkurang.
Anda bisa dibilang beruntung jika bisa bertahan hidup setelah terkena tanaman ini. Rasa sakit yang ditimbulkannya bisa bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Dream - Gympie-Gympie adalah tanaman yang memiliki racun paling mematikan. Tanaman berdaun lebar menyerupai hati ini biasa tumbuh di hutan hujan di Timur Laut Australia dan Maluku, Indonesia.
Sengatan dari Gympie-Gympie dilaporkan mampu membunuh anjing, kuda dan bahkan manusia. Anda bisa dibilang beruntung jika bisa bertahan hidup setelah terkena tanaman ini. Pasalnya, rasa sakit yang ditimbulkannya bisa bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Begitu mematikannya, meski tanaman ini kering selama beratus-ratus tahun, racun yang dikandungnya tetap menimbulkan rasa sakit yang teramat menyengat.
Tanaman ini bisa tumbuh hingga 2 meter dan memiliki daun hijau berbentuk hati dengan buah berwarna ungu. Kecuali akar, bagian daun, buah dan batang tanaman ini ditumbuhi bulu halus.
Bulu halus itulah yang digunakan Gympie-Gympie untuk menembus kulit korbannya dan melepaskan racun bernama moroidin.
Kadang-kadang, hanya berdiri di dekat Gympie-Gympie dan terkena bulu yang rontok di udara bisa menyebabkan gatal, ruam, bersin hingga mimisan parah.
"Hal pertama yang dirasakan saat terkena Gympie-Gympie adalah rasa panas yang sangat dan bisa berlangsung selama setengah jam hingga akhirnya sangat sakit," kata Mike Leahy, seorang ahli virus.
Setelah itu, persendian akan terasa sakit dan muncul benjolan yang sangat sakit di ketiak. Dalam kasus berat, keracunan Gympie-Gympie bisa menimbulkan kematian. Selama menempel di kulit dan tidak segera dicabut, bulu Gympie-Gympie akan terus melepaskan racun hingga satu tahun.
Karena itulah, Gympie-Gympie adalah musuh utama para pembuka lahan dan penebang kayu.
Marina Hurley, Entomologi dan Ekologi, mengatakan para profesional tidak berani masuk daerah yang dipenuhi Gympie-Gympie jika tidak membawa respirator, sarung tangan tebal dan anti-histamin.
"Tersengat Gympie-Gympie merupakan kesakitan yang tak terbayangkan - seperti disiram air asam dan disetrum secara bersamaan," kata Hurley.
Ia sendiri pernah terkena Gympie-Gympie saat melakukan penelitian tiga tahun di Atherton Tableland di Queensland. Saat itu dia adalah mahasiswa pascasarjana Universitas James Cook dan tengah meneliti herbivora yang memakan tanaman beracun tersebut.
Menariknya, tentara Inggris diduga pernah tertarik pada Gympie-Gympie dan berniat menjadikannya senjata biologis pada akhir 1960.
Divisi Pengembangan Kimia di Porton Down (laboratorium rahasia yang mengembangkan senjata kimia) mengontrak Alan Seawright pada 1968, meminta spesimen pohon penyengat ini.
Alan, yang saat itu seorang Profesor Patologi di Universitas Queensland, mengatakan: 'perang kimia adalah pekerjaan mereka, jadi saya hanya bisa berasumsi bahwa mereka sedang menyelidiki potensinya sebagai senjata biologis.' (Sumber: odditycentral.com)
Ketika tubuh kita terasa kaku-kaku dan pegal, kemudian kita membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ hingga akhirnya memberikan sensasi relaksasi tersendiri. Untuk sejenak, rasa pegal itu bisa hilang atau tercipta suatu kepuasan tersendiri selepas kretek-kretek berbunyi.
Kadang-kadang ketika kamu jalan-jalan bersama teman-temanmu, tiba dikagetkan dengan bunyi ‘kretek’ yang dihasilkan dari pergerakan anggota badan salah satu temanmu. Seusai selesai dia melakukan kebiasaan tersebut, biasanya terpancar wajahnya yang lega dan rileks.
Atau mungkin saja justru kamulah yang sering mengagetkan teman-temanmu dengan bunyi ‘kretek-kretek’ dari anggota badanmu!
Amankah melakukan kebiasaan tersebut?
Secara teknis sebenarnya meregangkan otot hingga mengeluarkan suara tidaklah berbahaya. Namun, jika hal tersebut dilakukan secara rutin, maka lain lagi ceritanya.
“Mengkeretekkan otot atau menyelaraskan persendian tidak berbahaya, tapi jangan dilakukan sebagai kebiasaan,” kata Dr Christopher Anselmi, ahli chiropractik, di New York, AS.
Persendian tersusun dari ligamen, tendon, dan struktur jaringan yang lembut dan makin lama bisa aus. “Jika persendian tidak sesuai dengan posisinya, maka bisa menyebabkan kerusakan prematur,” katanya.
Suara “krek” yang kita dengar saat meregangkan otot memang terkadang menakutkan sehingga kita mengira tulang patah. Persendian mengandung cairan dan gas seperti nitrogen dan karbondioksida. Ketika cairan tertekan dan ada dorongan di persendian, gas akan keluar dan menghasilkan suara “keretek”.
Untuk mengurangi rasa pegal pada otot, Anselmi menyarankan untuk melakukan peregangan ringan. Cara paling mudah adalah saat sedang mandi kita berdiri tegak dan regangkan punggung perlahan. Setelah 5 menit, lenturkan punggung ke arah depan dan belakang, serta ke samping.
“Meregangkan punggung yang kaku sampai berbunyi tidak akan merusak tulang dan sendi, namun jika Anda merasa tidak nyaman pada persendian dan selalu ingin meregangkannya, mungkin memang ada masalah pada punggung,” katanya.
Opini hampir serupa disampaikan oleh dokter lainnya. “Boleh saja asal tidak sering-sering, misalnya jangan 5 menit sekali dibunyikan,” kata Dr Michael Triangto, SpKO, pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran seperti dimuat di detik.com.
Jika dilakukan berlebihan, misalnya 5 menit sekali, maka bisa menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan osteoarthritis (OA) atau sejenis peradangan pada sendi.
Selain itu, Dr Michael juga menyarankan agar membunyikan sendi hingga berbunyi ‘kretek-kretek’ sebaiknya dilakukan sendiri. Tidak dianjurkan meminta bantuan orang lain, sebab hanya masing-masing orang yang bisa benar-benar mengenal tubuhnya sendiri.
Sementara itu, dokter spesialis bedah orthopedi dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dr. Benedictus Megaputera, MSi, SpOT sependapat bahwa kebiasaan ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Menurutnya, tindakan ini bisa memicu pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
“Bila badan terasa nyeri dan pegal-pegal setelah duduk lama sebaiknya melakukan istirahat sejenak sambil melakukan peregangan otot (stretching),” jelas dr. Benedictus.
Berikut Penjelasan Simpel tentang Sendi dan Bunyi ‘Kretek-kretek’-nya
Sendi merupakan hubungan antartulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi).
Nah, yang dimaksud dengan ‘mengkretek’ sendi adalah menggerakkan sendi tulang hingga menghasilkan bunyi ‘keretek’. Sendi tulang mana saja yang biasa kita ‘kretek’? Yaitu sendi tulang-tulang jari, leher, tulang belakang, dan sebagainya.
Ada penjelasan ilmiah sederhana untuk fenomena tersebut. Untuk memahami bagaimana suara ‘kretek’ diproduksi, sangat perlu untuk mengetahui bagaimana sendi bekerja.
Gambar Sendi. Sumber Gambar : wikipedia.org
Bagaimana Cara Kerja Sendi
Sendi merupakan hubungan antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan dua tulang disebut persendian (artikulasi). Masing-masing ujung kedua tulang dilindungi oleh lapisan untuk bergesekan satu sama lain dengan jaringan tulang rawan. Sehingga tidak menyakitkan serta saling merusak karena gesekan. Artikulasi tulang rawan ini didukung oleh bantalan cairan sinovial yang kental dan jelas, yang diproduksi oleh membran yang mengelilingi setiap sendi. Cairan sinovial tersebut melumasi sendi, seperti minyak melumasi bagian logam dalam mesin mobil kita, mencegah bagian keras dari pergesekan antar tulang kita.
Apa yang Membuat Sendi Berbunyi ‘Kretek’.
Bila kita ‘mengkretek’ sendi jari atau sendi tulang yang lainnya, berarti kita saat itu menarik tulang-tulang di sendi saling jauh dari satu sama lain. Hal ini membuka ruang di sendi, mengurangi tekanan di dalamnya. Tekanan yang berkurang menarik gas-gas yang kemudian terlarut dalam cairan sinovial.
Ketika oksigen dan karbon dioksida menjadi kurang larut, mereka membentuk gelembung. Suara ‘kretek’ yang kita dengar adalah suara gelembung yang terbentuk, seperti kita mendengar gelembung terbentuk ketika kita membuka kaleng soda, yang menurunkan tekanan di dalam kaleng, sehingga karbon dioksida terlarut dapat membentuk gelembung.
Fakta Menarik
Jika kita mengambil gambar x-ray dari sendi tulang tepat setelah kita meng’kretek’nya, gelembung-gelembunya akan terlihat. Hal ini membuat ukuran sendi bertambah sekitar 15%. Gelembung-gelembung ini tidak akan ada untuk selamanya. Setelah sekitar setengah jam, gas larut kembali ke dalam cairan sinovial.
Setelah kita meng’kretek’ sendi-sendi tulang jari kita, kita tidak dapat langsung meng’kretek’nya dan mendapatkan bunyi ‘kretek’ lagi dalam jangka waktu dekat, karena kita perlu gas-gas terlarut untuk mendapatkan efek itu. Jika suara ‘kretek’ itu muncul lagi dan dapat kita lakukan berulang-ulang kali, kemungkinan besar adalah karena ligamen kita bergerak kembali ke tempatnya.
Disadur dan dikembangkan dari sumber chemistry.about.com, wikipedia.org, detik.com, kompas.com dan bisakimia.com
Puji syukur atas keridhoan Allah SWT
karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Permainan bola kecil” dengan
berbagai pembahasan di dalamnya dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah
lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban mata kuliah T&P
Permainan kecil serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada
tugas yang diberikan.
Terima kasih kepada para selaku dosen
mata kuliah teknologi pembelajaran serta semua pihak yang telah membantu
penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Demikian pengantar yang dapat penulis
sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia
yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya
milik Allah SWT hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa
penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.
Semoga penyusunan makalah ini adalah dapat memberikan manfaat atau bahkan
hikmah bagi penulis, pembaca, dan masyarakat.
Bandung , 9 September 2014 Penyusun
DAFTAR ISI : Halaman
Kata pengantar………………………………………………………………… 1
Daftar Isi………………………………………………………………………. 2
Jenis-jenis Permainan Bola Kecil
Permainan Rounders
Permainan rounders adalah salah satu permainan yang menggunakan bola kecil.
Permainan ini sangat membutuhkan kerja sama dan kekompakkan para pemain.
Aturan-aturan yang ada dalam permainan ini, hampir sama dengan permainan kasti
atau permainan kipers.diciptakan oleh George Hanchock th 1887 di chicago 1. Teknik bermain Rounders
Ada tiga teknik bermain rounders, yaitu : melempar, menangkap, dan memukul
bola. A. Teknik melempar bola.
Dalam bermain rounders, pemain harus dapat menguasai teknik melempar bola
dengan baik. 1) Melempar bola melambung.
Gerakannya
-Berdiri santai, satu tangan memegang bola,
-Posisi badan seorang ke arah sasaran lemparan,
-Mata memandang ke arah sasaran lemparan,
-Langkahkan satu kaki ke depan,
-Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati
samping kepala,
-Lemparkan bola hingga melambung. 2) Melempar bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
-Berdiri santai, satu tangan memegang bola,
-Posisi badan seorang ke arah sasaran lemparan,
-Mata memandang ke arah sasaran lemparan,
-Langkahkan satu kaki ke depan,
-Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati
samping kepala,
-Lemparkan bola mendatar setinggi dada. B. Teknik menangkap bola.
Menangkap bola dapat dilakukan dengan kedua tangan atau satu tangan.
Teknik menangkap bola disesuaikan dengan arah datangnya bola, seperti
melambung, mendatar, atau menyusur tanah. 1). Menangkap bola melambung.
Gerakannya
-Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
-Letakkan kedua telapak tangan saling berhadapan, dengan kedua lengan lurus ke
atas,
-Lihat arah datangnya bola,
-Berlarilah sesuai dengan gerakan bola,
-Tangkap bola. 2). Menangkap bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
-Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
-Letakkan kedua telapak tangan di depan dada saling berhadapan,
-Lihat arah datangnya bola,
-Ketika menangkap bola, kedua tangan ditarik ke arah dada.
3). Menangkap bola menyusur tanah. Gerakannya -Langkahkan kaki kiri ke depan,
-Lutut kaki kiri ditekuk, lutut kaki kanan menempel di tanah,
-Kedua telapak tangan saling berhadapan dan berada di depan lutut kaki kanan,
-Lihat arah datangnya bola.
-Ketika bola datang, tangkap bola tersebut. C. Teknik memukul bola. Dalam permainan rounders, pemain harus dapat memukul bola.
Teknik memukul bola ada dua cara, yaitu teknik pukulan melambung dan teknik
pukulan mendatar. 1). Pukulan melambung. Gerakannya
-Posisi kedua kaki terbuka,
-Salah satu tangan memegang kayu pemukul dan tangan yang lain meminta bola
melambung,
-Kemudian pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
-Badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di
arah yang berlawanan dengan posisi badan,
-Ketika bolanya datang pukul bola sekuat-kuatnya,
-Hasil pukulan diharapkan dapat melambung juga.
2). Pukulan mendatar. Gerakannya
-Posisi kedua kaki terbuka,
-Salah satu tangan memegang kayu pemukul,
-Tangan yang lain meminta bola mendatar,
-Kemudian, pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
-Posisi badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat
berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan,
-Ketika bola datang pukul bola sekuat-kuatnya,
-Ayunan kayu pemukul secara mendatar agar setelah dipukul bola bergerak
mendatar juga. Bermain Rounders
A. Bentuk lapangan
Lapangan rounders berbentuk segi lima.
1. Panjang sisi lapangan 15 m.
2. Base atau tiang hinggap
Base terdiri atas lima base dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Tempat pelambung atau
pitcher plate berukuran 40 cm x 80 cm.
3. Kayu pemukul
Kayu pemukul berukuran panjang maksimal 1 meter, garis tengah kayu pemukul 7
cm. B. Aturan permainan
1. Pemain
Satu regu terdiri dari 12 pemain, setiap pemain harus memakai nomor dada.
Pemain rounders dipimpin oleh seorang kapten regu.
2. Regu penjaga
-Tugas regu penjaga selama permainan rounders adalah :
-Menghalangi pemain regu pemukul yang berlari ke base atau ke tiang hinggap,
-Melambungkan bola untuk regu pemukul,
-Menghalangi pemain regu pemukul masuk ke home base. 3. Pelambung atau pitcher. Tugas pelambung atau pitcher yaitu, melemparkan bola ke pemain
yang akan memukul bola (batter). Pitcher terdiri atas pitcher plate dengan
salah satu kaki. 4. Nilai
Pemain akan mendapat nilai 1 apabila berhasil melalui satu base meskipun tidak
berhasil memukul bola dengan baik,
Pemain akan mendapat nilai 1 apabila masuk ke ruang bebas atau base ke lima
tanpa membuat kesalahan atau dimatikan lawan.
Pemain mendapat nilai 6 apabila dapat memukul bola dengan baik dan berlari dari
base pertama hingga kembali ke ruang bebas tanpa berhenti,
Regu jaga mendapat nilai 1 apabila berhasil menangkap bola. 5. Pergantian tempat
- Pemain dapat berganti tempat atau mengganti anggota regu dengan pemain baru,
apabila
-Regu pemukul telah enam kali melakukan kesalahan,
-Regu pemukul tersentuh oleh regu penjaga,
-Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak lima kali hasil pukulan regu
pemukul,
-Kayu pemukul keluar dari garis pemukul dan membahayakan pemain regu penjaga. 6. Lamanya permainan. Lama permainan tiga Inning.
Inning adalah satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu
penjaga. 7. Base
Tiap base hanya boleh ditempati satu pemain, apabila ada dua pemain maka pelari
yang terdepan mendapat hukuman satu kali mati,
Pelari yang di belakang tidak boleh mendahului pelari yang di depannya.
II.PERMAINAN KASTI
Prasarana permainan kasti A. Bola
a. Dibuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi sabut kelapa atau injuk
b. ukuran keliling bola 19-21 cm,
c. berat 30-70 gr atau 70-80 gr,dan
d. diameternya 20 cm. B. Pemukul
a. Pemukul kasti terbuat dari kayu yang berbentuk stik pemukul.
b. panjang kurang lebih 50- 60 cm.
c. penampangnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran lebar 5 cm dan tebal
3,5 cm,
d. serta panjang pegangan 15-20 cm. C. Cara permainan
Pemain pemukul berada di dalam garis atau tempat bebas, cara bermain antara
lain:
a. Bola dilempar oleh salah seorang tim penjaga
b. bola tersebut dipukul oleh tim yang sedang memukul
c. Pemukul sesudah memukul harus cepat berlari ke daerah tiang pertolongan atau
tiang hinggap. D. Aturan Pertandingan atau Permainan
Sebelum bermain kasti, ada beberapa
1.Gambar lapangan kasti
2. Pemain
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan
atau pengganti dan 12 sebagai pemain inti. Regu yang main disebut partai
pemukul regu yang jaga disebut partai lapangan 3. Tiang Pertolongan
Tiang pertolongan terbuat dari bahan yang tidak mudah patah, seperti besi,
kayu, piber atau bambutiang pertolongan ditancapkan di tengah lingkaran dengan
jari-jari 1 meter dan tinggi tiang pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter,
jarak tiang pertolongan dengan garis pemukul adalah 5 meter dan jarak dari
garis samping 5 meter. 4. Tiang Hinggap atau Tiang Bebas
Tiang hinggap dalam permainan kasti ada dua buah, yang ditancapkan dalam tanah
lingkaran berjari-jari 1 meter. Kedua tiang tersebut di tancapkan dengan jarak
5 meter dari garis belakang dan 10 meter dari garis samping kanan dan kiri.
Pemain yang sidah berada di tiang hinggap aman dari incaran pemain penjaga yang
memegang bola selagi pemain pemukul tidak berpinddah ke tiang hinggap yang
lainnya. 5. Nomor Dada
Dalam permainan kasti setiap pemain harus memakai nomor dada yang terbuat dari
kain, terpasamg didepan dada dan punggung. Nomor dada terdiri atas nomor 1-15,
nomor urut 1-12 untuk pemain inti dan untuk nomor 13-15 untuk pemain cadangan. 6. Lama Permainan
Lamanya permainan di tentukan dengan dua macam cara yaitu,
a. Pertama ditentukan dengan waktu
Jika di tentukan dengan waktu maka lama permainan adalah 2 x 20 menit dengan
istirahat 5 menit atau 2 x 30 menit dengan istirahat 10 menit.
b. Kedua dilakukan dengan inning.
Inning ialah jumlah pergantian regu pemukul menjadi regu penjaga atau
sebaliknya. Jika ditentukan dengan cara inning, jumlah inning dapat ditentukan
berdasarkan kesepakatan kedua regu atau panitia . 7. Pukulan Benar
Pukulan dinyatakan benar apabila:
a. Bola setelah dipukul lewat garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda yang
berada didalam lapangan permainan
b. Bola setelah di pukul melewati garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda
di luar lapangan setelah melewati bendera atau pembatas setengah lapangan
permainan. 8. Pukulan Luput atau Luncas
Pukulan dinyatakan luncas (luput) apabila dalam usaha memukul kayu pemukul tidak
mengenai bola yang dilambungkan oleh pelambung. 9. Pukulan Salah
Pukulan salah apabila bola setelah di pukul tapi masih berada di areal pukul
atau jatuh diareal pukul. Serta bola keluar lapangan sebelum melewati garis
tengah. 10. Hak Memukul
Hak bagi pemukul antara lain sebagai berikut:
a. setiap pemain dari regu pemukul memiliki hak memukul satu kali pukulan dalam
satu kesempatan.
b. Pembebas (velouser) memiliki hak memukul sebanyak tiga kali, seorang pemukul
dinyatakan sebagai pembebas apabila ia satu-satunya pemain yang ada di ruang
bebas. 11. Lambungan Benar
Lambungan dinyatakan benar apabila:
a. Bola dilambungkan sesuai dengan arah permintaan pemain pemukul.
b. Bola melaju dalam ketinggian antara lutut dan kepala pemain pemukul.
c. Bola melaju tanpa ada gerakan putaran yang di sengaja. 12. Nilai
a. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas
pukulannya sendiri nilai 2. Kejadian tersebut disebut RUN
b. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas bantuan
pukulan teman nilai
c. Partai lapangan mendapat nilai satu apabila dapat menangkap bola pukulan
lawan sebelum kena tanah.
d. Nilai 2 diberikan apabila seorang pemain dan regu pemukul dengan pukulannya
sendiri dan benar dapat langsung kembali ke ruang bebas tanpa dimatikan lawan
atau dinyatakan mati oleh wasit. 13. Pemain Mati
Seorang pemain dari regu pemukul dinyatakan mati apabila anggota tubuh selain
kepala terkena lemparan bola dari regu penjaga selama perjalanan, dan pemain
mati bila sengaja menerima bola dengan kepala atas lemparan penjaga. 14. Bola Mati
Bola mati adalah bola yang sudah tidak bisa dimainkan kembali di dalam
permainan atau lapangan. Adapun beberapa bola yang dianggap mati antara lain:
a. Bola dipegang pelambung dan pelambung berdiri pada tempatnya
b. Apabila Pada pukulan salah atau tidak kena
c. Apabila bola hilang sehingga dicari tidak ketemu
d. Terjadi Pergantian bebas 15. Pergantian Partai atau Pergantian Tempat
a. Pergantian Bebas
1. Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak 3 kali berturut-turut.
2. Pembebas memukul 3 kali salah
3. Ruang bebas di bakar oleh regu penjaga
4. Seorang pelari pada waktu berlari keluar dari batas lapangan permainan.
5. Pada saat melakukan pukulan kayu pemukul terlepas dari tangan pemukul dan
keluar dari ruang pemukul
6. Anggota regu pemukul keluar dari ruang bebas
7. Regu pemukul merugikan lawan
8. Pemain pelari atau pemukul masuk keruang bebas melewati garis belakang ruang
bebas.
b. Pergantian Tidak Bebas
Pergantian tidak bebas terjadi apabila salah seorang dari anggota regu pemukul
terkena lemparan yang sah selama dalam perjalanan menuju ketiang hinggap atau
keruang bebas, dan regu pemkul tidak dapat mengenai regu penjaga kembali pada
saat bola bebas. 16. Perwasitan
Wasit berada di luar lapangan baik sebelah kanan maupun kiri, ada pun tugas
wasit serta kode tiupan peluit antara lain:
a. Bila permulaan permainan wasit memanggil kedua kapten dari masing-masing tim
untuk melakukan tos atau siapa yang mulai permainan terlebih dahulu baik
sebagai pemukul maupun penjaga.
b. Mengatur jalannya pertandingan
c. Mengecek kesiapan skoring sit
d. Mengecek nama pemain dan nomor dada
e. Wasit meniup peluit 3 x panjang untuk memulai pertandingan
f. Pada saat memanggil pemain pemukul untuk memukul wasit meniup peluit 3x
pendek.S
g. Pada saat pukulan salah wasit melakukan kode tiupan peluit sebanyak 2x
pendek.
h. Bila terjadi pemain terkena lemparan bola sebelum tiang pertolongan atau
tiang bebas dan ruang bebas, wasit meniup peluit 1x panjang tanda pergantian
bebas.
i. Bila bola hilang wasit meniup peluit 3x pendek
j. Setelah permainan selesai permainan atau waktu habis wasit meniup peluit 3x
panjang.
17. Skoring Sit
Skoringsit adalah pembantu wasit untuk jalannya suatu pertandingan, tugasnya
adalah:
a. mengecek pemain.
b. menyamakan nomor dada dengan nama yang ada di skoring sit yang diberikan
oleh masing-masing regu.
c. memanggil pemain yang akan melakukan pukulan.
d. bila ada pergantian pemain skoring sit lah yang bertanggung jawab atas
kecocokan yang ada pada skoring sit tersebut.
e. menghitung nilai masing-masing regu.
f. menghitung pukulan salah pemain pemukul
III.PERMAINAN KIPERS
A.Permainan Kippers
Pada dasarnya permaianan kippers sama dengan permainan kasti, baik dari segi
teknik melempar, menangkap, maupun memukul bola. Perbedaannya hanya pada
permaianan kasti ada regu penjaga yang bertugas sebagai pelempar atau pemberi
bola kepada si pemukul. Namun pada permaianan kippers si pemukul sendiri yang
melambungkan bola dan kemudian memukulnya. Manfaat permaianan kippers sama
sebagai berikut
B.Manfaat permainan kippers adalah:
1 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang meliputi kesegaran
jasmani, rohani, dan kesehatan.
2 Meningkatkan solidaritas antar individu
3 Meningkatkan ketangkasan dan keterampilan
4 Meningkatkan kretifitas dan rekretif
B. Peraturan Kippers
Adapun beberapa peraturan dalam permainan kippers adalah sebagai berikut :
1. Ukuran lapangan terbesar adalah 60 x 30 m, dengan ukuran ruang pemukul dan
ruang bebas menjadi lebar 65 x 30 m. ukuran lapangan untuk anak-anak adalah 45
x 25 m, dengan ruang pemukul dan ruang bebas adalah 30 x 25. 2. ruang pemukul 5 x 30 m. 3. ruang bebas 5 x 30 m. 4. tiang hinggap / bebas terlaetak di belakang lapangan dengan
dua buah tiang. Jarak antar tiang adalah 10 m. dan berjarak 5 m dari garis
belakang. Keduanya berdiri di dalam lingkaran dengan diameter 1m. tinggi tiang
bebas minimal 0,5 meter dan harus dapat dengan mudah dibeadakan dengan
tiang-tiang gais-garis batas. 5. panjang kayu pemukul minimal 50 cm dan maksimal 60 cm.
Penampang kayu berbentuk oval lebarnya tidak melebihi 5 cm, tebal 3,5 cm dan
boleh diberi pembalut agar tidak mudah lepas pada saat dipukulkan. 6. bola yang digunakan adalah bola kasti, dengan kelilingnya
19 cm-21 cm, dan beratnya 70-80 gram. 7. lama permainan minimal 2 x 20 menit, maksimalnya 2 x 30
menit, tidak terhitung waktu istirahat yaitu 10 menit. 8. tiap regu terdiri dari 12 orang pemain yang salah satunya
harus ada kapten regu, semua pemain harus mengenakan nomor dada. 9. wasit atau pemimpin pertandingan harus memegang teguh
aturan-aturan permainan. Petunjuk dan keputusan wasit adalah pasti dan harus
diurut. Perlengkapan wasit adalah arloji dan peluit.
Ketentuan peluit adalah :
1) satu kali tiupan panjang (tiiiiiit), apabila bertukar tidak bebas yaitu
pemain kena dilempar lawannya.
2) dua kali tiupan pendek (tit-tit) apabila pukulan salah dan pukulan luncas /
tidak kena.
3) dua kalai tiupan panjang (tiiiiit-tiiiiit) apabila bertukar bebas, bola
hilang, wasit menghentikan permainan karena suatu hal.
4) tiga kali tiupan panjang (tiiiiit-tiiiit-tiiit) apabila permainan akan
dimulai, yaitu permulaan babak I dan permulaan babak II setelah istirahat
sesudah tukar, dan bila permainan selesai.
5) tiga kali tiupan pendek (tit-tit-tit) apabila bola telah dipegang oleh
pelambung, dan dilaksanakan segera pemanggilan giliran untuk pemukul. 10. setelah diadakan undian, wasit menentukan regu pemukul dan
regu pemain. 11. regu pemukul berkumpul di ruang bebas, setelah dipanggil
oleh pencatat sesuai nomor urut segera ke ruang pemukul untuk memukul. 12. pemain-pemain regu lapangan bersiap pada tempatnya
masing-masing yang diatur oleh kapten regunya. Hal-hal yang harus mereka
perhatikan adalah : 1) tidak boleh berdiri di dalam ruang bebas, 2) tidak boleh
ada pemain lain di dalam ruang pemukul kecuali pemukul. 13. pemukul melambungkan bolanya sendiri dan memukulnya. 14. jumlah pukulan hanya satu pukulan saja, kecuali pembebas
berhak tiga kali memukul bola. 15. para pemain mendapat giliran memukul sesuai dengan nomor
urut, nomor pengganti/cadangan mendapat nomor yang digantinya. Setelah
istirahat, regu yang menjadi pemukul adalah regu lapangan pada permulaan
pertandingan. 16. pemukul berada di dalam bujur sangkar / ruang pemukul.
Pemukul tidak boleh berdiri di salah satu garis batas atau atau di luarnya
sebelum kayu mengenai bola. Jika dilanggar maka pukulan salah. 17. bola yang melampaui garis-garis batas ruang pemukul, tidak
melewati garis samping sebelum bendera batsa tengah, denga terlebih dulu
mengenai tanah, pemain atau tiang pertolonganmelewati garis samping sesudah
bendera batas tengah 18. pukulan salah ialah:
a kalau bola jatuh didalm ruang pemukul, diatas garis
b kalau bola terpukul oleh tangan
c kalau bola setelah dipukul jatuh mengenai pemukul sendiri mengenai pelambung
atau pembantunya, sedang mereka ada didalam ruang pemukul 19. pukulan diebut luncas (luput), kalau di dalam usaha
memukul bola, kayu pemukul tidak mengenai bola 20. sehabis memukul, kayu pemukul harus diletakan di dalam
bujur sangkar ruang pemukul, kalau kayu pemukul terjatuh keluar batas atau
sebagian saja kayu pemukul keluar dari garis batas ruang pemukul, maka si
pemukul tidak berhak mendapatkan nilai, kecuali kalau ia sebelum menyentuh
tiang pertolongan sempat dan dapat membetulkan letak kayu pemukul sebagaimana
mestinya 21. pada tiap-tiap permmmulaan permainan, sehabis bertukar
tempat dan sehabis istirahat, pemain dari regu pemukul tidak boleh masuk
keruang pemukul sebelum dipanggil oleh penulis, pelanggaran hal ini dihukum
dengan beretukar bebas 22. tiap-tiap pemukul sesudah pukulan betul, pukulan salah
atau pukulan luncas disebut ”pelari” 23. sesudah pukulan betul, pemukul harus lari langsung ke
salah satu dari tiang bebas dan dari tiang bebas, kalau menurut perkiraannyan
dia tidak akan kena lempar, ia boleh terus kembali keruang bebas 24. kalau pukulan salah satu luncas, yang boleh lari hanyalah
si pemukul sendiri, tetapi tidak boleh lari lebih jauh dari tiang pertolongan,
kecuali apabila bola oleh regu lapangan dimainkan denagn maksud untuk melempar
pelari itu. Untuk pukulan salah satu atau luncas pelari tidak mendapatkan untuk
larinya 25. pelari-pelari pada tiang pertolongan pada tiang bebas,
boleh melanjutkan larinya apabila bola sudah dalam permainan. Pada saat bola
terlepas dari tangan pelambung untuk dipukul, seorang pun tidak boleh lari,
kalau belum nyata bahwa hasil pukulan itu betul 26. pemain dari regu pemukul, mendapatkan nilai dual bila
pukulanya sendiri betul dan ia dapat lari dari ruang pemukul menuju kesalah
satu tiang bebas, dan langsung kembali ke ruang bebas dengan selamat, artinya
tidak melakukan pelanggaran atau tidak terganggu karena pertukaran tempat 27. pada saat bola mati pelari tidak boleh lagi mulai lari 28. pemain-pemain dari regu pemukul dilarangt keluar dari
batas-batas ruang bebas dan ruang pemukul 29. Apabila seorang pelari dalam perjalanannya dirintangi
dengan sengaja oleh pemain regu lapangan, maka pelari itu boleh meneruskan
perjalanannaya dengan bebas sampai ketempat perhentian yang berikutnay (tiang
bebas, ruang bebas) 30. bola disebut mati : a) apabila bola sudah ada didalam
tangan pelambung yang sudah siap berdiri di dalm petak pelambung, b) apabila
pukulan salah, kecuali kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, c) apabila
pukulan luncas, kecuali kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, d) apabila
bola hilang, terhitung mulai dari saat waktu wasit membunyikan peluit tanda
bola hilang (dua kali tiupan panjang), e) apabila terjadi bertukar bebas 31. bola didalam permainan: a) sehabis pukulan betul, b)kalau
sesudah pukulan luncas, atau pukulan salah, bola lalu dimainkan oleh regu
lapangan, c)kalau sesudah tanda peluit diakhirnya Bola hilang, bola sesudah
diketemukan kembali dan sudah ada di dalam lapangan. 32. Bola hilang kalau tidak bola dapat diambil oleh regu
lapangan dengan cara biasa. Termasuk juga, bila bola terjauh di belakang
penonton, sehingga bola tidak dapat diambil dalam waktu yang sepatutnya. Untuk
menentukan hal ini diserahkan kepada kebijaksanaan wasit. Wasit menyembunyikan
peluit tanda bola hlang pada saat sekiranya bola itu sudah dapat diambilo
kembali kalu tidak terhalang. 33. lemparan dipandang sah jika lemparan langsung mengenai
pemain dari regu pemukul. Bola yang sebelum mengenai pemain tetapi mengenai
tanah / tiang lebih dulu maka tidak sah. 34. jika seorang regu pemukul kena .lemparanmaka mulai dari
saat itu juga regu lapangan berganti menjadi regu pemukul, dan regu pemukul
menjadi regu lapangan. 35. selama belum ada tanda peluit, bahwa permainan akan
dimulai lagi, semua pelari yang sementara berlindung pada tiang pertolongan
atau pada tiang bebas, boleh langsung masuk ke dalam ruang bebas. 36. pertukaran tidak bebas juga berlaku jika pemain dari regu
pemukul memegang bola di tempat dimana saja. Ini juga berlaku untuk bola yang
dilemparkan oleh pelambung kepada pemukul. Apabila si pemukul memegang bola
waktu akan memukul, maka hal ini term,asuk pergantian bebas. 37. bila terrjadi ada pemain pelari yang akan kena lempar,
terdapat pemain regu pemukul keluar dari ruang bebas dengan perkiraan akan
terjadi bertukar tidak bebas dengan maksud segera membalas melempar, maka
dihukum dengan bertukar tempat bebas. 38. pada saat pelari yang akan dilempar, pemain regu lapangan
tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan bebas sebelum lemparan terjadi dan
hasil lemparan dinyatakan dengan tanda isyarat peluit oleh wasit, maka
hukumannya adalah lemparan itu dianggap tidak sah. 39. bertukar bebas terjadi: a) pada saat regu lapangan sudah
memiliki tiga bola tangkap berturut-turut dengan tidak selang terjadi
pertukaran (dalam satu babak), b) kalau sudah pukulan terakhir dari pembebas,
ruang bebas dapat dibakar regu lapangan atau pukulan terakhir ini salah, c)
kalau pelari pada waktu masuk ke dalam ruang bebas, lari terlanjur melampaui
garis batas belakang ruang bebas , d) kalau pemain dari regu pemukul ada yang
keluar dari ruang bebas tidak untuk memukul, e) kalau pemain dari regu pemukul
(pelari) keluar dari bataslapangan pemain, f) apabila kayu pemukuul pada waktu
dipukulkan terlepas dari tangan pemukul. 40. tiap bola yang terpukul yang dapat ditangkap pemain
lapangan, sebelum mengenai tanah, dinyatakan sebagai bola tangkap dan dihitung
pula satu nilai. 41. pemain dari regu pemukul yang tiba gilit\rannya untuk
memukul bola, sedang semua pemain dari regunya masih berdiri pada tiang
pertolongan atau pada tiang bebas, pemain tersebut dinamakan pembebas. 42. sesudah pukulan yang terakhir dari pembebas, setiap pemain
regu lapangan berhak membakar yang disebut membakar ialah berdiri dengan dua
kaki di dalam ruang bebas dengan membanting bola. 43. memperlambat permainan dengan sengaja dilarang, dan wasit
wajib memperingatkan regu yang bersangkutan. Kalau hal ini diulangi lagi wasit
berhak menjatuhkan hukuman sebagai berikut :
a) bila regu pemukul yang melakukannya, hukumannya adalah pertukaran bebas,
b) kalau regu lapangan yang m,elakukannya, maka pemain-pemain regu pemukul
(pelari) yang berada pada tiang bebas boleh langsung dengan bebas kembali masuk
ke dalam ruang bebas. Kalu tidak ada pemain pemukul yang berada pada tiang
pertolongan ataupun pada tiang bebas, regu pemukul mendaptkan nilai tambahan
nilai
IV.BOLA BAKAR
Permainan Bola Bakar dahulu dikenal dengan nama slagbal, yang
berasal dari negeri Belanda, slagbal berarti bola pukul. Dalam permainan ini
selain menggunakan bola kecil, tongkat pemukul, dan tiang. Juga menggunakan
tong pembakar, sehingga hingga kini permainan ini dinamakan Bola bakar. Adapun
bentuk dan cara bermainnya sangat sederhana dan mudah,sebagai berikut : 1. Sarana yang digunakan :
Permainan Bola Bakar ini juga tidak lepas dari sarana dan prasarana yang
dibutuhkan untuk menunjang berlangsungnya permainan ini, antara lain sebagai
berikut 1.1. Lapangan
Lapangan merupakan sarana yang terpenting dalam Permainan Ronders, mengingat
permainan ini memerlukan tempat yang luas.
1.2. Tongkat pemukul :
Tongkat pemukul yang digunakan berbahan dari kayu serat yang panjang. Adapun
ukuran panjang pemukulnya antara 50 s.d 60 cm dengan panjang pegangannya antara
15 – 20 cm. garis tengahnya 3 cm. 1.3. Bola :
Bola terbuat dari karet yang tidak terlalu keras dengan bagian dalam diisi
dengan serabut kelapa atau sejenisnya. Bola dengan berat 70 – 85 gram ini
mempunyai keliling sebesar 19 – 21 gram. Biasanya penampang bola diberi warna
mencolok, seperti warna merah. 1.4. Tiang hinggap :
Menggunakan besi/ bamboo / kayu dengan tinggi dari tanah 0,5 m. di sekeliling
tiang hinggap harus diberi semacam lingkaran, yang berguna untuk pembatas
pemain yang sedang hinggap disana agar tidak keluar dari tiang hinggap,
sehingga bisa dilempar oleh penjaga. 1.5. Papan hangus :
Ada yang unik dari permainan bola bakar ini, yaitu tersedianya papan
penghangus. Papan ini terbuat dari bahan yang jika bola dipukulkan bisa
terdengar oleh pemain dan penjaga. Dan istilah untuk bola yang dilemparkan ke
tong pembakar dinamakan bola terbakar. Oleh karena itu permainan ini dinamakan
bola bakar. 2. Jumlah pemain
Tidak ada perbedaan antara jumlah pemai dalam ke empat jenis permainan bola
kecil ini. Yaitu untuk jumlah tiap regunya terdiri dari 12 orang pemain dengan
3 orang sebagai cadangan. Di setiap pemain inti diberi nomor punggung dan dada
dari 1 – 12. Salah seorrang dijadikan kapten regu. 3. Wasit
Sebagai sebuah permainan yang akan dipertontonkan kepada khalayak, sudah
menjadi aturan yang baku untuk mencantumkan wasit sebagai pengadil dilapangan,
agar permainan terlihat lebih menarik untuk dimainkan dan dinikmati, adapun
wasit dalam Permainan Bola bakar berjumlah 5 orang dengan tugas masing – masing
wasit sebagai berikut :
3.1. Seorang wasit kepala, bertugas sebagai pemimpin pertandingan
3.2. Tiga orang hakim garis yang membantu hakim kepala untuk memimpin
pertandingan
3.3. Seorang pencatat nilai yang bertugas mencatat skor masing – masing regu
guna menentukan pemenang jika permainan selesai. 4. Waktu permainan
Jalannya pertandingan permainan bola bakar ditentukan oleh waktu. Adapun waktu
yang ditentukan adalah antara 25 – 30 menit tergantung kesepakatan sebelum
pertandingan dimulai. Diantara waktu inti diselingi istirahat selama 5 – 10
menit. 5. Jalannya permainan :
Permainan bola bakar dapat dilakukan oleh putra/putri maupun campuran dengan
seorang kapten yang melakukan undian bersama wasit sebagai pengawasnya. Dalam
permainan bola bakar ada beberapa perbedaan yang mendasar dari permainan kasti
antara lain : 5.1.Pemukul :
Setiap pemukul mempunyai kesempatan memukul 3 kali. Pukulan dinyatakan betul
jika telah melewati garis muka dan jatuh di dalam garis salah dan
perpanjangannya. Setelah melakukan pukulan, pemukul harus meletakkan tongkatnya
ditempat semula dan berlari ketiang hinggap. Setiap pemain pemukul dapat
dimatikan sebanyak 10 kali. 5.2.Penjaga :
Berusaha mematikan lawan baik dengan membanting bola ke tong pembakar maupun
dengan melakukan tangkap bola. 5.3.Pergantian tempat :
Maksudnya adalah berganti tugas antara pemukul yang berubah menjadi penjaga
kaena suatu sebab. Adapun sebab itu antara lain telah terjadi tangkap bola
sebanyak 5 – 10 kali, tergantung kesepakatan sebelum pertandingan. Telah
terjadi mati sebanyak 10 kali. Di dalam ruang bebas sudah tidak ada satupun
pemain dari regu pemukul maupun pelambung. 5.4.Teknik melempar dan menangkap bola :
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara cara melempar dan menangkap dalam
permainan bola bakar dengan cara melempar dan menangkap dalam permainan kasti.
Karena dalam setiap permainan bola kecil, dalam hal ini, kasti, rounders, bola
bakar, keppers teknik melempar dan menangkap bola adalah sama. 5.5.Kesalahan ( mati ) yang dicatat wasit :
Tindakan pemukul yang dinyatakan mati oleh wasit adalah kesalahan memukul
sebanyak 3 kali. Meletakkan kayu pemukul tidak pada tempatnya. Pada saat
berlari pemain tidak menyentuh tiang hinggap yang dilaluinya. Pemain menggangu
bola. Dan yang terakhir adalah pembakar telah memukulkan bola ke tong pembakar. 6. Nilai :
Seorang pemain akan mendapat skor / nilai jika memenuhi criteria sebagai
berikut :
6.1.Seorang pelari akan mendapat nilai 2 jika pelari tersebut dapat memukul
bola dan dinyatakan sah, dan berlari ketiang – tiang hinggap serta dapat kembali
ke ruang bebas dengan pukulannya sendiri, dan tidak melakukan kesalahan dalam
larinya.atau istilah dalam permainan adalah home run.
6.2.Seorang pemain yang melakukan pukulan sah dan berlari ketian g hinggap,
berhenti disana untuk menunggu giliran pukulan berikutnya tiba, dan berlari
kembali jika pukulan berikutnya dinyatakan sah dan kembali ke ruang bebas tanpa
melakukan kesalahan, maka orang tersebut mendapat nilai 1.
6.3.Seorang diberi nilai 0 jika tidak melakukan hal – hal yang diatas. 7. Bunyi peluit ( untuk wasit ) :
Untuk menyamakan asumsi dalam permainan antara wasit dan pemain, maka harus
dibuat kesepakatan menggunakan kode / isyarat berupa tiupan peluit yang
digunakan oleh wasit. Adapun macam dan jenis peluit yang dibunyikan adalah
sebagai berikut :
7.1.Peluit pendek sebanyak satu kali dimaksudkan jika pembakar telah membakar
papan hangus ( sebagai tanda jika papan yang digunakan sekiranya tidak bisa
didengar oleh pemain )
7.2.Pendek sebanyak dua kali jika pukulan salah
7.3.Tiupan panjang tiga kali adalah pada saat permulaan pertandingan, akhir
pertandingan, awal istirahat, akhir istirahat, dan pada pertukaran tempat.
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik
dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan
penulis makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna
bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Diantara amal yang dianjurkan untuk dikerjakan di malam atau hari Jum’at adalah membaca surat Al Kahfi. Dalam hadits, membaca surat Al Kahfi kadang disebutkan dengan redaksi لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ (malam Jum’at) dan kadang disebutkan يَوْمِ الْجُمْعَةِ (hari Jum’at). Artinya, waktu disunnahkannya membaca surat Al Kahfi dimulai dari tenggelamnya matahari pada hari Kamis hingga sesaat menjelang matahari tenggelam di hari Jum’at. Membaca surat Al Kahfi di rentang waktu itu memiliki keutamaan besar.
Berikut ini 3 diantara keutamaan membaca Surat Al Kahfi di hari Jum’at:
1. Dipancarkan cahaya pada dirinya di hari kiamat kelak, dari kaki hingga ke langit
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al- Tarhib)
Seringkali, seseorang memiliki semangat menggebu ketika berada di forum muhasabah atau training motivasi, tetapi kemudian ia tidak bertahan lama; kembali loyo, kembali malas, bahkan terkadang bingung hendak mengerjakan apa.
Pun saat membuat rencana, hari pertama dan kedua masih semangat sesuai dengan apa yang diagendakan. Namun setelah berlalu beberapa hari, semangat kendor dan aktifitas pun sudah tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.
Bagaimana agar ruhiyah terjaga semangatnya sehingga kita ‘istiqamah’ di jalan kebajikan dan perbaikan hidup? Berikut 3 langkah yang bersumber dari ayat Al Qur’an sebagaimana dijelaskan Ustadz Ahmad Arqom dalam Tarhib Ramadhan di Gresik, Ahad 22 Juni 2014:
“Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik” (QS. Al Muzammil : 20)
Allah menyebutkan 3 kondisi ekstrim, tidak menentu dan karenanya membutuhkan kendali dan pegangan yang kuat dalam menghadapinya.
Allah Mengetahui bahwa diantara kalian ada orang-orang yang sakit. Orang sakit itu, apalagi ketika sakitnya parah, ia memerlukan pegangan yang kuat agar tetap bersemangat dan memiliki harapan. Ia membutuhkan pegangan yang kuat agar tidak terhinggapi putus asa.
Allah juga Mengetahui bahwa diantara kalian ada para pebisnis. Pebisnis itu, ketika ia untung, ia membutuhkan kendali agar tidak melampaui batas dan berfoya-foya. Sebaliknya, ketika ia rugi, ia juga membutuhkan kendali agar tidak jatuh dalam depresi dan frustasi.
Allah juga mencontohkan orang-orang yang berperang di jalan Allah. Berperang itu kondisi yang lebih ekstrim dari dua kondisi sebelumnya. Sebab orang yang berperang, ia tidak tahu kapan musuh akan datang. Ia tidak tahu kapan panah melesat. Ia tidak tahu kapan bom akan meledak. Karenanya ia juga menghajatkan pegangan kuat untuk mempertahankan ruhiyahnya. Dan itu ada tiga.
Tilawah
Al Qur’an disebut dengan istilah ruh dalam Surat Asy Syura ayat 52: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. “
Karena Al Qur’an memang ruh. Maka, ketika seorang muslim merasa ruhiyahnya kendor, ketika seorang muslim merasakan ruhiyahnya melemah, ia harus mempertemukan ruhnya dengan ruh Al Qur’an. “Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran” Bacalah Al Qur’an dan tadaburilah…
Shalat
Langkah kedua untuk mengembalikan semangat ruhiyah adalah shalat. Dan di dalam shalat juga ada bacaan Qur’an yang merupakan ruh. Salah satu tujuan menghafal Qur’an adalah agar seorang muslim bisa membaca lebih banyak Al Qur’an di dalam shalatnya dan karenanya shalatnya menjadi panjang. Itulah yang dilakukan Rasulullah dan itu pula yang dilakukan oleh para sahabat yang hafal Qur’an. Dan sejarah mencatat, para hafidz Qur’an menempati prosentase terbesar dalam barisan syuhada pertama. Karena mereka pemberani, mereka berada di garda terdepan pasukan perang.
Sedekah
Amal ketiga untuk mengembalikan dan menjaga ruhiyah tetap istiqamah adalah sedekah. Secara fisik matematis, sedekah itu mengurangi harta. Tetapi secara ruhiyah, sedekah itu membuat jiwa menjadi semakin luas dan kaya. Saat seseorang menginfakkan hartanya, pada saat yang sama ia mengurangi kecintaannya kepada dunia. Semakin banyak ia ikhlas menginfakkan hartanya, semakin banyak pula kadar kecintaan dunia terhapus dari jiwanya. Dan kecintaan dunia inilah yang membuat ruhiyah melemah. Rasulullah menamakan penyakit cinta dunia dengan wahn; hubbud dunya wa karahiyatul maut. Cinta dunia dan takut mati. Wallahu a’lam bish shawab.