Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Maret 2015

Pemainan Bola Kecil ( PJOK)

Kata pengantar

Puji syukur atas keridhoan Allah SWT karena berkat limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Permainan bola kecil” dengan berbagai pembahasan di dalamnya dan tujuan dari penulisan makalah ini tidaklah lain untuk memenuhi salah satu dari sekian kewajiban mata kuliah T&P Permainan kecil serta merupakan bentuk langsung tanggung jawab penulis pada tugas yang diberikan.

Terima kasih kepada para selaku dosen mata kuliah teknologi pembelajaran serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Demikian pengantar yang dapat penulis sampaikan dimana penulis pun sadar bawasannya penulis hanyalah seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah SWT hingga dalam penulisan dan penyusununnya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif akan senantiasa penulis nanti dalam upaya evaluasi diri.
Semoga penyusunan makalah ini adalah dapat memberikan manfaat atau bahkan hikmah bagi penulis, pembaca, dan masyarakat.


Bandung , 9 September 2014
Penyusun














DAFTAR ISI :
Halaman
Kata pengantar………………………………………………………………… 1
Daftar Isi………………………………………………………………………. 2
Jenis-jenis Permainan Bola Kecil

I.    Rounders………………..………………………………………………. 3
II.   Kasti…………………………………………………………………….. 6
III. Kipers……………………………………….…….…………………….. 9
IV. Bola bakar……………………………………………………………… 13

Penutup


















I.                   ROUNDERS
Permainan Rounders
Permainan rounders adalah salah satu permainan yang menggunakan bola kecil. Permainan ini sangat membutuhkan kerja sama dan kekompakkan para pemain. Aturan-aturan yang ada dalam permainan ini, hampir sama dengan permainan kasti atau permainan kipers.diciptakan oleh George Hanchock th 1887 di chicago

1. Teknik bermain Rounders
Ada tiga teknik bermain rounders, yaitu : melempar, menangkap, dan memukul bola.

A. Teknik melempar bola.
Dalam bermain rounders, pemain harus dapat menguasai teknik melempar bola dengan baik.

1) Melempar bola melambung.
Gerakannya
-Berdiri santai, satu tangan memegang bola,
-Posisi badan seorang ke arah sasaran lemparan,
-Mata memandang ke arah sasaran lemparan,
-Langkahkan satu kaki ke depan,
-Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping kepala,
-Lemparkan bola hingga melambung.

2) Melempar bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
-Berdiri santai, satu tangan memegang bola,
-Posisi badan seorang ke arah sasaran lemparan,
-Mata memandang ke arah sasaran lemparan,
-Langkahkan satu kaki ke depan,
-Lempar bola dengan cara mengayunkan tangan dengan kuat ke depan melewati samping kepala,
-Lemparkan bola mendatar setinggi dada.

B. Teknik menangkap bola.
Menangkap bola dapat dilakukan dengan kedua tangan atau satu tangan.
Teknik menangkap bola disesuaikan dengan arah datangnya bola, seperti melambung, mendatar, atau menyusur tanah.

1). Menangkap bola melambung.
Gerakannya
-Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
-Letakkan kedua telapak tangan saling berhadapan, dengan kedua lengan lurus ke atas,
-Lihat arah datangnya bola,
-Berlarilah sesuai dengan gerakan bola,
-Tangkap bola.

2). Menangkap bola mendatar setinggi dada.
Gerakannya
-Badan berdiri tegak, langkahkan satu kaki ke depan,
-Letakkan kedua telapak tangan di depan dada saling berhadapan,
-Lihat arah datangnya bola,
-Ketika menangkap bola, kedua tangan ditarik ke arah dada.


3). Menangkap bola menyusur tanah.
Gerakannya
-Langkahkan kaki kiri ke depan,
-Lutut kaki kiri ditekuk, lutut kaki kanan menempel di tanah,
-Kedua telapak tangan saling berhadapan dan berada di depan lutut kaki kanan,
-Lihat arah datangnya bola.
-Ketika bola datang, tangkap bola tersebut.

C. Teknik memukul bola.
Dalam permainan rounders, pemain harus dapat memukul bola.
Teknik memukul bola ada dua cara, yaitu teknik pukulan melambung dan teknik pukulan mendatar.

1). Pukulan melambung.
Gerakannya
-Posisi kedua kaki terbuka,
-Salah satu tangan memegang kayu pemukul dan tangan yang lain meminta bola melambung,
-Kemudian pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
-Badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan,
-Ketika bolanya datang pukul bola sekuat-kuatnya,
-Hasil pukulan diharapkan dapat melambung juga.
2). Pukulan mendatar.

Gerakannya
-Posisi kedua kaki terbuka,
-Salah satu tangan memegang kayu pemukul,
-Tangan yang lain meminta bola mendatar,
-Kemudian, pegang kayu pemukul dengan kedua tangan,
-Posisi badan menghadap ke arah datangnya bola, tangan yang memegang tongkat berada di arah yang berlawanan dengan posisi badan,
-Ketika bola datang pukul bola sekuat-kuatnya,
-Ayunan kayu pemukul secara mendatar agar setelah dipukul bola bergerak mendatar juga.

Bermain Rounders
A. Bentuk lapangan
Lapangan rounders berbentuk segi lima.


1. Panjang sisi lapangan 15 m.
2. Base atau tiang hinggap
Base terdiri atas lima base dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Tempat pelambung atau pitcher plate berukuran 40 cm x 80 cm.
3. Kayu pemukul
Kayu pemukul berukuran panjang maksimal 1 meter, garis tengah kayu pemukul 7 cm.

B. Aturan permainan
1. Pemain
Satu regu terdiri dari 12 pemain, setiap pemain harus memakai nomor dada. Pemain rounders dipimpin oleh seorang kapten regu.
2. Regu penjaga
-Tugas regu penjaga selama permainan rounders adalah :
-Menghalangi pemain regu pemukul yang berlari ke base atau ke tiang hinggap,
-Melambungkan bola untuk regu pemukul,
-Menghalangi pemain regu pemukul masuk ke home base.

3. Pelambung atau pitcher.
Tugas pelambung atau pitcher yaitu, melemparkan bola ke pemain yang akan memukul bola (batter). Pitcher terdiri atas pitcher plate dengan salah satu kaki.
4. Nilai
Pemain akan mendapat nilai 1 apabila berhasil melalui satu base meskipun tidak berhasil memukul bola dengan baik,
Pemain akan mendapat nilai 1 apabila masuk ke ruang bebas atau base ke lima tanpa membuat kesalahan atau dimatikan lawan.
Pemain mendapat nilai 6 apabila dapat memukul bola dengan baik dan berlari dari base pertama hingga kembali ke ruang bebas tanpa berhenti,
Regu jaga mendapat nilai 1 apabila berhasil menangkap bola.

5. Pergantian tempat
- Pemain dapat berganti tempat atau mengganti anggota regu dengan pemain baru, apabila
-Regu pemukul telah enam kali melakukan kesalahan,
-Regu pemukul tersentuh oleh regu penjaga,
-Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak lima kali hasil pukulan regu pemukul,
-Kayu pemukul keluar dari garis pemukul dan membahayakan pemain regu penjaga.

6. Lamanya permainan.
Lama permainan tiga Inning.
Inning adalah satu kali menjadi regu pemukul dan satu kali menjadi regu penjaga.

7. Base
Tiap base hanya boleh ditempati satu pemain, apabila ada dua pemain maka pelari yang terdepan mendapat hukuman satu kali mati,
Pelari yang di belakang tidak boleh mendahului pelari yang di depannya.









II.                PERMAINAN KASTI
Prasarana permainan kasti
A. Bola
a. Dibuat dari karet atau kulit yang di dalamnya diisi sabut kelapa atau injuk
b. ukuran keliling bola 19-21 cm,
c. berat 30-70 gr atau 70-80 gr,dan
d. diameternya 20 cm.

B. Pemukul
a. Pemukul kasti terbuat dari kayu yang berbentuk stik pemukul.
b. panjang kurang lebih 50- 60 cm.
c. penampangnya berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran lebar 5 cm dan tebal 3,5 cm,
d. serta panjang pegangan 15-20 cm.

C. Cara permainan
Pemain pemukul berada di dalam garis atau tempat bebas, cara bermain antara lain:
a. Bola dilempar oleh salah seorang tim penjaga
b. bola tersebut dipukul oleh tim yang sedang memukul
c. Pemukul sesudah memukul harus cepat berlari ke daerah tiang pertolongan atau tiang hinggap.

D. Aturan Pertandingan atau Permainan
Sebelum bermain kasti, ada beberapa
1.Gambar lapangan kasti


2. Pemain
Kasti dimainkan oleh 2 regu tiap regu berjumlah 15 orang, 3 sebagai cadangan atau pengganti dan 12 sebagai pemain inti. Regu yang main disebut partai pemukul regu yang jaga disebut partai lapangan

3. Tiang Pertolongan
Tiang pertolongan terbuat dari bahan yang tidak mudah patah, seperti besi, kayu, piber atau bambutiang pertolongan ditancapkan di tengah lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan tinggi tiang pertolongan dari tanah ialah 1,5 meter, jarak tiang pertolongan dengan garis pemukul adalah 5 meter dan jarak dari garis samping 5 meter.

4. Tiang Hinggap atau Tiang Bebas
Tiang hinggap dalam permainan kasti ada dua buah, yang ditancapkan dalam tanah lingkaran berjari-jari 1 meter. Kedua tiang tersebut di tancapkan dengan jarak 5 meter dari garis belakang dan 10 meter dari garis samping kanan dan kiri. Pemain yang sidah berada di tiang hinggap aman dari incaran pemain penjaga yang memegang bola selagi pemain pemukul tidak berpinddah ke tiang hinggap yang lainnya.

5. Nomor Dada
Dalam permainan kasti setiap pemain harus memakai nomor dada yang terbuat dari kain, terpasamg didepan dada dan punggung. Nomor dada terdiri atas nomor 1-15, nomor urut 1-12 untuk pemain inti dan untuk nomor 13-15 untuk pemain cadangan.

6. Lama Permainan
Lamanya permainan di tentukan dengan dua macam cara yaitu,
a. Pertama ditentukan dengan waktu
Jika di tentukan dengan waktu maka lama permainan adalah 2 x 20 menit dengan istirahat 5 menit atau 2 x 30 menit dengan istirahat 10 menit.
b. Kedua dilakukan dengan inning.
Inning ialah jumlah pergantian regu pemukul menjadi regu penjaga atau sebaliknya. Jika ditentukan dengan cara inning, jumlah inning dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua regu atau panitia .

7. Pukulan Benar
Pukulan dinyatakan benar apabila:
a. Bola setelah dipukul lewat garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda yang berada didalam lapangan permainan
b. Bola setelah di pukul melewati garis pemukul dan jatuh atau mengenai benda di luar lapangan setelah melewati bendera atau pembatas setengah lapangan permainan.

8. Pukulan Luput atau Luncas
Pukulan dinyatakan luncas (luput) apabila dalam usaha memukul kayu pemukul tidak mengenai bola yang dilambungkan oleh pelambung.

9. Pukulan Salah
Pukulan salah apabila bola setelah di pukul tapi masih berada di areal pukul atau jatuh diareal pukul. Serta bola keluar lapangan sebelum melewati garis tengah.

10. Hak Memukul
Hak bagi pemukul antara lain sebagai berikut:
a. setiap pemain dari regu pemukul memiliki hak memukul satu kali pukulan dalam satu kesempatan.
b. Pembebas (velouser) memiliki hak memukul sebanyak tiga kali, seorang pemukul dinyatakan sebagai pembebas apabila ia satu-satunya pemain yang ada di ruang bebas.

11. Lambungan Benar
Lambungan dinyatakan benar apabila:
a. Bola dilambungkan sesuai dengan arah permintaan pemain pemukul.
b. Bola melaju dalam ketinggian antara lutut dan kepala pemain pemukul.
c. Bola melaju tanpa ada gerakan putaran yang di sengaja.

12. Nilai
a. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas pukulannya sendiri nilai 2. Kejadian tersebut disebut RUN
b. Seorang pemukul yang benar pukulannya dapat kembali ke ruang bebas atas bantuan pukulan teman nilai
c. Partai lapangan mendapat nilai satu apabila dapat menangkap bola pukulan lawan sebelum kena tanah.
d. Nilai 2 diberikan apabila seorang pemain dan regu pemukul dengan pukulannya sendiri dan benar dapat langsung kembali ke ruang bebas tanpa dimatikan lawan atau dinyatakan mati oleh wasit.

13. Pemain Mati
Seorang pemain dari regu pemukul dinyatakan mati apabila anggota tubuh selain kepala terkena lemparan bola dari regu penjaga selama perjalanan, dan pemain mati bila sengaja menerima bola dengan kepala atas lemparan penjaga.

14. Bola Mati
Bola mati adalah bola yang sudah tidak bisa dimainkan kembali di dalam permainan atau lapangan. Adapun beberapa bola yang dianggap mati antara lain:
a. Bola dipegang pelambung dan pelambung berdiri pada tempatnya
b. Apabila Pada pukulan salah atau tidak kena
c. Apabila bola hilang sehingga dicari tidak ketemu
d. Terjadi Pergantian bebas

15. Pergantian Partai atau Pergantian Tempat
a. Pergantian Bebas
1. Regu penjaga berhasil menangkap bola sebanyak 3 kali berturut-turut.
2. Pembebas memukul 3 kali salah
3. Ruang bebas di bakar oleh regu penjaga
4. Seorang pelari pada waktu berlari keluar dari batas lapangan permainan.
5. Pada saat melakukan pukulan kayu pemukul terlepas dari tangan pemukul dan keluar dari ruang pemukul
6. Anggota regu pemukul keluar dari ruang bebas
7. Regu pemukul merugikan lawan
8. Pemain pelari atau pemukul masuk keruang bebas melewati garis belakang ruang bebas.
b. Pergantian Tidak Bebas
Pergantian tidak bebas terjadi apabila salah seorang dari anggota regu pemukul terkena lemparan yang sah selama dalam perjalanan menuju ketiang hinggap atau keruang bebas, dan regu pemkul tidak dapat mengenai regu penjaga kembali pada saat bola bebas.

16. Perwasitan
Wasit berada di luar lapangan baik sebelah kanan maupun kiri, ada pun tugas wasit serta kode tiupan peluit antara lain:
a. Bila permulaan permainan wasit memanggil kedua kapten dari masing-masing tim untuk melakukan tos atau siapa yang mulai permainan terlebih dahulu baik sebagai pemukul maupun penjaga.
b. Mengatur jalannya pertandingan
c. Mengecek kesiapan skoring sit
d. Mengecek nama pemain dan nomor dada
e. Wasit meniup peluit 3 x panjang untuk memulai pertandingan
f. Pada saat memanggil pemain pemukul untuk memukul wasit meniup peluit 3x pendek.S
g. Pada saat pukulan salah wasit melakukan kode tiupan peluit sebanyak 2x pendek.
h. Bila terjadi pemain terkena lemparan bola sebelum tiang pertolongan atau tiang bebas dan ruang bebas, wasit meniup peluit 1x panjang tanda pergantian bebas.
i. Bila bola hilang wasit meniup peluit 3x pendek
j. Setelah permainan selesai permainan atau waktu habis wasit meniup peluit 3x panjang
.


17. Skoring Sit
Skoringsit adalah pembantu wasit untuk jalannya suatu pertandingan, tugasnya adalah:
a. mengecek pemain.
b. menyamakan nomor dada dengan nama yang ada di skoring sit yang diberikan oleh masing-masing regu.
c. memanggil pemain yang akan melakukan pukulan.
d. bila ada pergantian pemain skoring sit lah yang bertanggung jawab atas kecocokan yang ada pada skoring sit tersebut.
e. menghitung nilai masing-masing regu.
f. menghitung pukulan salah pemain pemukul







III.             PERMAINAN KIPERS

A.    Permainan Kippers
Pada dasarnya permaianan kippers sama dengan permainan kasti, baik dari segi teknik melempar, menangkap, maupun memukul bola. Perbedaannya hanya pada permaianan kasti ada regu penjaga yang bertugas sebagai pelempar atau pemberi bola kepada si pemukul. Namun pada permaianan kippers si pemukul sendiri yang melambungkan bola dan kemudian memukulnya. Manfaat permaianan kippers sama sebagai berikut

B.     Manfaat permainan kippers adalah:
1 Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang meliputi kesegaran jasmani, rohani, dan kesehatan.
2 Meningkatkan solidaritas antar individu
3 Meningkatkan ketangkasan dan keterampilan
4 Meningkatkan kretifitas dan rekretif
B. Peraturan Kippers
Adapun beberapa peraturan dalam permainan kippers adalah sebagai berikut :

1. Ukuran lapangan terbesar adalah 60 x 30 m, dengan ukuran ruang pemukul dan ruang bebas menjadi lebar 65 x 30 m. ukuran lapangan untuk anak-anak adalah 45 x 25 m, dengan ruang pemukul dan ruang bebas adalah 30 x 25.

2. ruang pemukul 5 x 30 m.
3. ruang bebas 5 x 30 m.
4. tiang hinggap / bebas terlaetak di belakang lapangan dengan dua buah tiang. Jarak antar tiang adalah 10 m. dan berjarak 5 m dari garis belakang. Keduanya berdiri di dalam lingkaran dengan diameter 1m. tinggi tiang bebas minimal 0,5 meter dan harus dapat dengan mudah dibeadakan dengan tiang-tiang gais-garis batas.
5. panjang kayu pemukul minimal 50 cm dan maksimal 60 cm. Penampang kayu berbentuk oval lebarnya tidak melebihi 5 cm, tebal 3,5 cm dan boleh diberi pembalut agar tidak mudah lepas pada saat dipukulkan.
6. bola yang digunakan adalah bola kasti, dengan kelilingnya 19 cm-21 cm, dan beratnya 70-80 gram.
7. lama permainan minimal 2 x 20 menit, maksimalnya 2 x 30 menit, tidak terhitung waktu istirahat yaitu 10 menit.
8. tiap regu terdiri dari 12 orang pemain yang salah satunya harus ada kapten regu, semua pemain harus mengenakan nomor dada.
9. wasit atau pemimpin pertandingan harus memegang teguh aturan-aturan permainan. Petunjuk dan keputusan wasit adalah pasti dan harus diurut. Perlengkapan wasit adalah arloji dan peluit.
Ketentuan peluit adalah :
1) satu kali tiupan panjang (tiiiiiit), apabila bertukar tidak bebas yaitu pemain kena dilempar lawannya.
2) dua kali tiupan pendek (tit-tit) apabila pukulan salah dan pukulan luncas / tidak kena.
3) dua kalai tiupan panjang (tiiiiit-tiiiiit) apabila bertukar bebas, bola hilang, wasit menghentikan permainan karena suatu hal.
4) tiga kali tiupan panjang (tiiiiit-tiiiit-tiiit) apabila permainan akan dimulai, yaitu permulaan babak I dan permulaan babak II setelah istirahat sesudah tukar, dan bila permainan selesai.
5) tiga kali tiupan pendek (tit-tit-tit) apabila bola telah dipegang oleh pelambung, dan dilaksanakan segera pemanggilan giliran untuk pemukul.

10. setelah diadakan undian, wasit menentukan regu pemukul dan regu pemain.
11. regu pemukul berkumpul di ruang bebas, setelah dipanggil oleh pencatat sesuai nomor urut segera ke ruang pemukul untuk memukul.
12. pemain-pemain regu lapangan bersiap pada tempatnya masing-masing yang diatur oleh kapten regunya. Hal-hal yang harus mereka perhatikan adalah : 1) tidak boleh berdiri di dalam ruang bebas, 2) tidak boleh ada pemain lain di dalam ruang pemukul kecuali pemukul.
13. pemukul melambungkan bolanya sendiri dan memukulnya.
14. jumlah pukulan hanya satu pukulan saja, kecuali pembebas berhak tiga kali memukul bola.
15. para pemain mendapat giliran memukul sesuai dengan nomor urut, nomor pengganti/cadangan mendapat nomor yang digantinya. Setelah istirahat, regu yang menjadi pemukul adalah regu lapangan pada permulaan pertandingan.
16. pemukul berada di dalam bujur sangkar / ruang pemukul. Pemukul tidak boleh berdiri di salah satu garis batas atau atau di luarnya sebelum kayu mengenai bola. Jika dilanggar maka pukulan salah.
17. bola yang melampaui garis-garis batas ruang pemukul, tidak melewati garis samping sebelum bendera batsa tengah, denga terlebih dulu mengenai tanah, pemain atau tiang pertolonganmelewati garis samping sesudah bendera batas tengah
18. pukulan salah ialah:
a kalau bola jatuh didalm ruang pemukul, diatas garis
b kalau bola terpukul oleh tangan
c kalau bola setelah dipukul jatuh mengenai pemukul sendiri mengenai pelambung atau pembantunya, sedang mereka ada didalam ruang pemukul

19. pukulan diebut luncas (luput), kalau di dalam usaha memukul bola, kayu pemukul tidak mengenai bola
20. sehabis memukul, kayu pemukul harus diletakan di dalam bujur sangkar ruang pemukul, kalau kayu pemukul terjatuh keluar batas atau sebagian saja kayu pemukul keluar dari garis batas ruang pemukul, maka si pemukul tidak berhak mendapatkan nilai, kecuali kalau ia sebelum menyentuh tiang pertolongan sempat dan dapat membetulkan letak kayu pemukul sebagaimana mestinya
21. pada tiap-tiap permmmulaan permainan, sehabis bertukar tempat dan sehabis istirahat, pemain dari regu pemukul tidak boleh masuk keruang pemukul sebelum dipanggil oleh penulis, pelanggaran hal ini dihukum dengan beretukar bebas
22. tiap-tiap pemukul sesudah pukulan betul, pukulan salah atau pukulan luncas disebut ”pelari”
23. sesudah pukulan betul, pemukul harus lari langsung ke salah satu dari tiang bebas dan dari tiang bebas, kalau menurut perkiraannyan dia tidak akan kena lempar, ia boleh terus kembali keruang bebas
24. kalau pukulan salah satu luncas, yang boleh lari hanyalah si pemukul sendiri, tetapi tidak boleh lari lebih jauh dari tiang pertolongan, kecuali apabila bola oleh regu lapangan dimainkan denagn maksud untuk melempar pelari itu. Untuk pukulan salah satu atau luncas pelari tidak mendapatkan untuk larinya
25. pelari-pelari pada tiang pertolongan pada tiang bebas, boleh melanjutkan larinya apabila bola sudah dalam permainan. Pada saat bola terlepas dari tangan pelambung untuk dipukul, seorang pun tidak boleh lari, kalau belum nyata bahwa hasil pukulan itu betul
26. pemain dari regu pemukul, mendapatkan nilai dual bila pukulanya sendiri betul dan ia dapat lari dari ruang pemukul menuju kesalah satu tiang bebas, dan langsung kembali ke ruang bebas dengan selamat, artinya tidak melakukan pelanggaran atau tidak terganggu karena pertukaran tempat
27. pada saat bola mati pelari tidak boleh lagi mulai lari
28. pemain-pemain dari regu pemukul dilarangt keluar dari batas-batas ruang bebas dan ruang pemukul
29. Apabila seorang pelari dalam perjalanannya dirintangi dengan sengaja oleh pemain regu lapangan, maka pelari itu boleh meneruskan perjalanannaya dengan bebas sampai ketempat perhentian yang berikutnay (tiang bebas, ruang bebas)
30. bola disebut mati : a) apabila bola sudah ada didalam tangan pelambung yang sudah siap berdiri di dalm petak pelambung, b) apabila pukulan salah, kecuali kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, c) apabila pukulan luncas, kecuali kalau bola dipermainkan oleh regu lapangan, d) apabila bola hilang, terhitung mulai dari saat waktu wasit membunyikan peluit tanda bola hilang (dua kali tiupan panjang), e) apabila terjadi bertukar bebas
31. bola didalam permainan: a) sehabis pukulan betul, b)kalau sesudah pukulan luncas, atau pukulan salah, bola lalu dimainkan oleh regu lapangan, c)kalau sesudah tanda peluit diakhirnya Bola hilang, bola sesudah diketemukan kembali dan sudah ada di dalam lapangan.
32. Bola hilang kalau tidak bola dapat diambil oleh regu lapangan dengan cara biasa. Termasuk juga, bila bola terjauh di belakang penonton, sehingga bola tidak dapat diambil dalam waktu yang sepatutnya. Untuk menentukan hal ini diserahkan kepada kebijaksanaan wasit. Wasit menyembunyikan peluit tanda bola hlang pada saat sekiranya bola itu sudah dapat diambilo kembali kalu tidak terhalang.
33. lemparan dipandang sah jika lemparan langsung mengenai pemain dari regu pemukul. Bola yang sebelum mengenai pemain tetapi mengenai tanah / tiang lebih dulu maka tidak sah.
34. jika seorang regu pemukul kena .lemparanmaka mulai dari saat itu juga regu lapangan berganti menjadi regu pemukul, dan regu pemukul menjadi regu lapangan.
35. selama belum ada tanda peluit, bahwa permainan akan dimulai lagi, semua pelari yang sementara berlindung pada tiang pertolongan atau pada tiang bebas, boleh langsung masuk ke dalam ruang bebas.
36. pertukaran tidak bebas juga berlaku jika pemain dari regu pemukul memegang bola di tempat dimana saja. Ini juga berlaku untuk bola yang dilemparkan oleh pelambung kepada pemukul. Apabila si pemukul memegang bola waktu akan memukul, maka hal ini term,asuk pergantian bebas.
37. bila terrjadi ada pemain pelari yang akan kena lempar, terdapat pemain regu pemukul keluar dari ruang bebas dengan perkiraan akan terjadi bertukar tidak bebas dengan maksud segera membalas melempar, maka dihukum dengan bertukar tempat bebas.
38. pada saat pelari yang akan dilempar, pemain regu lapangan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan bebas sebelum lemparan terjadi dan hasil lemparan dinyatakan dengan tanda isyarat peluit oleh wasit, maka hukumannya adalah lemparan itu dianggap tidak sah.
39. bertukar bebas terjadi: a) pada saat regu lapangan sudah memiliki tiga bola tangkap berturut-turut dengan tidak selang terjadi pertukaran (dalam satu babak), b) kalau sudah pukulan terakhir dari pembebas, ruang bebas dapat dibakar regu lapangan atau pukulan terakhir ini salah, c) kalau pelari pada waktu masuk ke dalam ruang bebas, lari terlanjur melampaui garis batas belakang ruang bebas , d) kalau pemain dari regu pemukul ada yang keluar dari ruang bebas tidak untuk memukul, e) kalau pemain dari regu pemukul (pelari) keluar dari bataslapangan pemain, f) apabila kayu pemukuul pada waktu dipukulkan terlepas dari tangan pemukul.
40. tiap bola yang terpukul yang dapat ditangkap pemain lapangan, sebelum mengenai tanah, dinyatakan sebagai bola tangkap dan dihitung pula satu nilai.
41. pemain dari regu pemukul yang tiba gilit\rannya untuk memukul bola, sedang semua pemain dari regunya masih berdiri pada tiang pertolongan atau pada tiang bebas, pemain tersebut dinamakan pembebas.
42. sesudah pukulan yang terakhir dari pembebas, setiap pemain regu lapangan berhak membakar yang disebut membakar ialah berdiri dengan dua kaki di dalam ruang bebas dengan membanting bola.
43. memperlambat permainan dengan sengaja dilarang, dan wasit wajib memperingatkan regu yang bersangkutan. Kalau hal ini diulangi lagi wasit berhak menjatuhkan hukuman sebagai berikut :
a) bila regu pemukul yang melakukannya, hukumannya adalah pertukaran bebas,
b) kalau regu lapangan yang m,elakukannya, maka pemain-pemain regu pemukul (pelari) yang berada pada tiang bebas boleh langsung dengan bebas kembali masuk ke dalam ruang bebas. Kalu tidak ada pemain pemukul yang berada pada tiang pertolongan ataupun pada tiang bebas, regu pemukul mendaptkan nilai tambahan nilai












IV.             BOLA BAKAR
Permainan Bola Bakar dahulu dikenal dengan nama slagbal, yang berasal dari negeri Belanda, slagbal berarti bola pukul. Dalam permainan ini selain menggunakan bola kecil, tongkat pemukul, dan tiang. Juga menggunakan tong pembakar, sehingga hingga kini permainan ini dinamakan Bola bakar. Adapun bentuk dan cara bermainnya sangat sederhana dan mudah,sebagai berikut :
1. Sarana yang digunakan :
Permainan Bola Bakar ini juga tidak lepas dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang berlangsungnya permainan ini, antara lain sebagai berikut

1.1. Lapangan
Lapangan merupakan sarana yang terpenting dalam Permainan Ronders, mengingat permainan ini memerlukan tempat yang luas.


1.2. Tongkat pemukul :
Tongkat pemukul yang digunakan berbahan dari kayu serat yang panjang. Adapun ukuran panjang pemukulnya antara 50 s.d 60 cm dengan panjang pegangannya antara 15 – 20 cm. garis tengahnya 3 cm.

1.3. Bola :
Bola terbuat dari karet yang tidak terlalu keras dengan bagian dalam diisi dengan serabut kelapa atau sejenisnya. Bola dengan berat 70 – 85 gram ini mempunyai keliling sebesar 19 – 21 gram. Biasanya penampang bola diberi warna mencolok, seperti warna merah.

1.4. Tiang hinggap :
Menggunakan besi/ bamboo / kayu dengan tinggi dari tanah 0,5 m. di sekeliling tiang hinggap harus diberi semacam lingkaran, yang berguna untuk pembatas pemain yang sedang hinggap disana agar tidak keluar dari tiang hinggap, sehingga bisa dilempar oleh penjaga.

1.5. Papan hangus :
Ada yang unik dari permainan bola bakar ini, yaitu tersedianya papan penghangus. Papan ini terbuat dari bahan yang jika bola dipukulkan bisa terdengar oleh pemain dan penjaga. Dan istilah untuk bola yang dilemparkan ke tong pembakar dinamakan bola terbakar. Oleh karena itu permainan ini dinamakan bola bakar.

2. Jumlah pemain
Tidak ada perbedaan antara jumlah pemai dalam ke empat jenis permainan bola kecil ini. Yaitu untuk jumlah tiap regunya terdiri dari 12 orang pemain dengan 3 orang sebagai cadangan. Di setiap pemain inti diberi nomor punggung dan dada dari 1 – 12. Salah seorrang dijadikan kapten regu.

3. Wasit
Sebagai sebuah permainan yang akan dipertontonkan kepada khalayak, sudah menjadi aturan yang baku untuk mencantumkan wasit sebagai pengadil dilapangan, agar permainan terlihat lebih menarik untuk dimainkan dan dinikmati, adapun wasit dalam Permainan Bola bakar berjumlah 5 orang dengan tugas masing – masing wasit sebagai berikut :
3.1. Seorang wasit kepala, bertugas sebagai pemimpin pertandingan
3.2. Tiga orang hakim garis yang membantu hakim kepala untuk memimpin pertandingan
3.3. Seorang pencatat nilai yang bertugas mencatat skor masing – masing regu guna menentukan pemenang jika permainan selesai.

4. Waktu permainan
Jalannya pertandingan permainan bola bakar ditentukan oleh waktu. Adapun waktu yang ditentukan adalah antara 25 – 30 menit tergantung kesepakatan sebelum pertandingan dimulai. Diantara waktu inti diselingi istirahat selama 5 – 10 menit.

5. Jalannya permainan :
Permainan bola bakar dapat dilakukan oleh putra/putri maupun campuran dengan seorang kapten yang melakukan undian bersama wasit sebagai pengawasnya. Dalam permainan bola bakar ada beberapa perbedaan yang mendasar dari permainan kasti antara lain :

5.1.Pemukul :
Setiap pemukul mempunyai kesempatan memukul 3 kali. Pukulan dinyatakan betul jika telah melewati garis muka dan jatuh di dalam garis salah dan perpanjangannya. Setelah melakukan pukulan, pemukul harus meletakkan tongkatnya ditempat semula dan berlari ketiang hinggap. Setiap pemain pemukul dapat dimatikan sebanyak 10 kali.

5.2.Penjaga :
Berusaha mematikan lawan baik dengan membanting bola ke tong pembakar maupun dengan melakukan tangkap bola.

5.3.Pergantian tempat :
Maksudnya adalah berganti tugas antara pemukul yang berubah menjadi penjaga kaena suatu sebab. Adapun sebab itu antara lain telah terjadi tangkap bola sebanyak 5 – 10 kali, tergantung kesepakatan sebelum pertandingan. Telah terjadi mati sebanyak 10 kali. Di dalam ruang bebas sudah tidak ada satupun pemain dari regu pemukul maupun pelambung.

5.4.Teknik melempar dan menangkap bola :
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara cara melempar dan menangkap dalam permainan bola bakar dengan cara melempar dan menangkap dalam permainan kasti. Karena dalam setiap permainan bola kecil, dalam hal ini, kasti, rounders, bola bakar, keppers teknik melempar dan menangkap bola adalah sama.

5.5.Kesalahan ( mati ) yang dicatat wasit :
Tindakan pemukul yang dinyatakan mati oleh wasit adalah kesalahan memukul sebanyak 3 kali. Meletakkan kayu pemukul tidak pada tempatnya. Pada saat berlari pemain tidak menyentuh tiang hinggap yang dilaluinya. Pemain menggangu bola. Dan yang terakhir adalah pembakar telah memukulkan bola ke tong pembakar.

6. Nilai :
Seorang pemain akan mendapat skor / nilai jika memenuhi criteria sebagai berikut :
6.1.Seorang pelari akan mendapat nilai 2 jika pelari tersebut dapat memukul bola dan dinyatakan sah, dan berlari ketiang – tiang hinggap serta dapat kembali ke ruang bebas dengan pukulannya sendiri, dan tidak melakukan kesalahan dalam larinya.atau istilah dalam permainan adalah home run.
6.2.Seorang pemain yang melakukan pukulan sah dan berlari ketian g hinggap, berhenti disana untuk menunggu giliran pukulan berikutnya tiba, dan berlari kembali jika pukulan berikutnya dinyatakan sah dan kembali ke ruang bebas tanpa melakukan kesalahan, maka orang tersebut mendapat nilai 1.
6.3.Seorang diberi nilai 0 jika tidak melakukan hal – hal yang diatas.

7. Bunyi peluit ( untuk wasit ) :
Untuk menyamakan asumsi dalam permainan antara wasit dan pemain, maka harus dibuat kesepakatan menggunakan kode / isyarat berupa tiupan peluit yang digunakan oleh wasit. Adapun macam dan jenis peluit yang dibunyikan adalah sebagai berikut :
7.1.Peluit pendek sebanyak satu kali dimaksudkan jika pembakar telah membakar papan hangus ( sebagai tanda jika papan yang digunakan sekiranya tidak bisa didengar oleh pemain )
7.2.Pendek sebanyak dua kali jika pukulan salah
7.3.Tiupan panjang tiga kali adalah pada saat permulaan pertandingan, akhir pertandingan, awal istirahat, akhir istirahat, dan pada pertukaran tempat.


























PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kekurangan rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulis makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

Jumat, 08 Agustus 2014

3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at



Diantara amal yang dianjurkan untuk dikerjakan di malam atau hari Jum’at adalah membaca surat Al Kahfi. Dalam hadits, membaca surat Al Kahfi kadang disebutkan dengan redaksi لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ (malam Jum’at) dan kadang disebutkan يَوْمِ الْجُمْعَةِ (hari Jum’at). Artinya, waktu disunnahkannya membaca surat Al Kahfi dimulai dari tenggelamnya matahari pada hari Kamis hingga sesaat menjelang matahari tenggelam di hari Jum’at. Membaca surat Al Kahfi di rentang waktu itu memiliki keutamaan besar.

Berikut ini 3 diantara keutamaan membaca Surat Al Kahfi di hari Jum’at:

1. Dipancarkan cahaya pada dirinya di hari kiamat kelak, dari kaki hingga ke langit

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)

2. Diampuni dosanya antara dua Jum’at

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al- Tarhib)

3. Diselamatkan dari fitnah Dajjal

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barangsiapa hafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.”(HR. Muslim)

مَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْكَهْفِ لَمْ يَخَفِ الدَّجَّالَ
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Darimi)

Demikian 3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at, semoga semakin memotivasi kita untuk mengamalkannya.

Senin, 23 Juni 2014

3 Langkah Mengembalikan Semangat Ruhiyah

Akhwat semangatSeringkali, seseorang memiliki semangat menggebu ketika berada di forum muhasabah atau training motivasi, tetapi kemudian ia tidak bertahan lama; kembali loyo, kembali malas, bahkan terkadang bingung hendak mengerjakan apa.
Pun saat membuat rencana, hari pertama dan kedua masih semangat sesuai dengan apa yang diagendakan. Namun setelah berlalu beberapa hari, semangat kendor dan aktifitas pun sudah tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.
Bagaimana agar ruhiyah terjaga semangatnya sehingga kita ‘istiqamah’ di jalan kebajikan dan perbaikan hidup? Berikut 3 langkah yang bersumber dari ayat Al Qur’an sebagaimana dijelaskan Ustadz Ahmad Arqom dalam Tarhib Ramadhan di Gresik, Ahad 22 Juni 2014:

عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى وَآَخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآَخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا

“Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik” (QS. Al Muzammil : 20)
Allah menyebutkan 3 kondisi ekstrim, tidak menentu dan karenanya membutuhkan kendali dan pegangan yang kuat dalam menghadapinya.
Allah Mengetahui bahwa diantara kalian ada orang-orang yang sakit. Orang sakit itu, apalagi ketika sakitnya parah, ia memerlukan pegangan yang kuat agar tetap bersemangat dan memiliki harapan. Ia membutuhkan pegangan yang kuat agar tidak terhinggapi putus asa.
Allah juga Mengetahui bahwa diantara kalian ada para pebisnis. Pebisnis itu, ketika ia untung, ia membutuhkan kendali agar tidak melampaui batas dan berfoya-foya. Sebaliknya, ketika ia rugi, ia juga membutuhkan kendali agar tidak jatuh dalam depresi dan frustasi.
Allah juga mencontohkan orang-orang yang berperang di jalan Allah. Berperang itu kondisi yang lebih ekstrim dari dua kondisi sebelumnya. Sebab orang yang berperang, ia tidak tahu kapan musuh akan datang. Ia tidak tahu kapan panah melesat. Ia tidak tahu kapan bom akan meledak. Karenanya ia juga menghajatkan pegangan kuat untuk mempertahankan ruhiyahnya. Dan itu ada tiga.

Tilawah

Al Qur’an disebut dengan istilah ruh dalam Surat Asy Syura ayat 52: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. “
Karena Al Qur’an memang ruh. Maka, ketika seorang muslim merasa ruhiyahnya kendor, ketika seorang muslim merasakan ruhiyahnya melemah, ia harus mempertemukan ruhnya dengan ruh Al Qur’an. “Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran” Bacalah Al Qur’an dan tadaburilah…

Shalat

Langkah kedua untuk mengembalikan semangat ruhiyah adalah shalat. Dan di dalam shalat juga ada bacaan Qur’an yang merupakan ruh. Salah satu tujuan menghafal Qur’an adalah agar seorang muslim bisa membaca lebih banyak Al Qur’an di dalam shalatnya dan karenanya shalatnya menjadi panjang. Itulah yang dilakukan Rasulullah dan itu pula yang dilakukan oleh para sahabat yang hafal Qur’an. Dan sejarah mencatat, para hafidz Qur’an menempati prosentase terbesar dalam barisan syuhada pertama. Karena mereka pemberani, mereka berada di garda terdepan pasukan perang.

Sedekah

Amal ketiga untuk mengembalikan dan menjaga ruhiyah tetap istiqamah adalah sedekah. Secara fisik matematis, sedekah itu mengurangi harta. Tetapi secara ruhiyah, sedekah itu membuat jiwa menjadi semakin luas dan kaya. Saat seseorang menginfakkan hartanya, pada saat yang sama ia mengurangi kecintaannya kepada dunia. Semakin banyak ia ikhlas menginfakkan hartanya, semakin banyak pula kadar kecintaan dunia terhapus dari jiwanya. Dan kecintaan dunia inilah yang membuat ruhiyah melemah. Rasulullah menamakan penyakit cinta dunia dengan wahn; hubbud dunya wa karahiyatul maut. Cinta dunia dan takut mati. Wallahu a’lam bish shawab. 

Kamis, 19 Juni 2014

Ikhwan Yang Kucintai, Menikah Dengan Murabbiyahku

Ilustrasi. (kawanimut)

“Assalamu’alaikum…,” sapaku pada Kak Amanda yang tengah sibuk dengan ponselnya di kamar.


“Wa’alaikum salam… Hei, An, sudah pulang kamu? Tumben cepat?” celoteh Kak Amanda sambil terus sibuk memekuni layar ponselnya.
“Hari ini enggak jadi liqa’, murabbiyahku tiba-tiba sakit,” ucapku tak bersemangat.
“Oh, ya sakit apa dia?”
“Katanya sih, maagnya kambuh.” Kak Amanda hanya manggut-manggut mendengar jawabanku barusan.
“Senang banget, Kak. Sedang SMS siapa sih?”
“Siapa lagi?” Kak Amanda tersipu mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya.
“Kakak sedang SMS-an sama Kak Fatih?” selidikku.
“Yupz! Tepat sekali! Dia itu sangat menyenangkan ya, An?” nampak sekali raut kebahagiaan terpancar dari wajah manisnya yang putih mulus.
Astaghfirullah, Kakak! Kak Fatih itu sedang halaqah, Kak. Jangan diganggu dong!” tegurku pada kakakku yang sepertinya sedang terserang wabah virus merah jambu itu.
Kak Fatih adalah murabbi kelompok liqa ikhwan di sekolahku. Dia juga seorang aktifis rohis di kampusnya yang tak jauh dari sekolahku. Karena itulah dia beserta teman-temannya berinisiatif membina kelompok keagamaan di sekolahku.
Kak Amanda mengenalnya saat menjemputku di sekolah suatu sore. Saat menungguku yang masih ada agenda liqa itulah dia mengenal Kak Fatih yang kebetulan juga tengah menunggu temannya. Sebenarnya, Kak Amanda dan Kak Fatih satu kampus. Hanya saja, mereka berlainan fakultas.
Rupanya, perkenalan sore itu menghadirkan keakraban di antara mereka. Sejak saat itu, kuperhatikan tingkah Kak Amanda mulai berubah. Dia mulai rajin shalat, mengaji, dan membenahi pakaiannya dari yang semula agak ketat menjadi pakaian longgar yang tidak lagi menampilkan bentuk tubuhnya, serta mengganti jilbabnya menjadi jilbab lebar yang benar-benar jilbab, bukan lagi jilbab yang dililit-lilit sedemikian rupa.
Subhanallah… Alhamdulillah ya Allah. Engkau telah memberikan sedikit demi sedikit hidayah-Mu pada Kak Amanda,” ucapku dalam syukurku.
Belakangan, baru kuketahui bila perubahan-perubahan kakakku itu termotivasi oleh Kak Fatih. Pernah suatu ketika, aku iseng membuka kotak pesan kakakku saat dia tengah di kamar mandi. Kutemukan seabrek pesan singkat dari Kak Fatih. Kak Amanda begitu rajinnya melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar keislaman dan Kak Fatih pun dengan sabarnya menjelaskan secara detil setiap pertanyaan Kak Amanda.
“Ya, Allah… sudah sedekat inikah mereka rupanya?” pekikku dalam hati
***
“An, kok bisa ya Kak Fatih baik banget gitu?” tanya Kak Amanda selepas shalat Isya.
“Aduh, Kakak ini. Baru juga selesai shalat sudah ngomongin dia lagi. Jangan-jangan tadi pas lagi shalat, Kakak mikirin dia, ya?” Kak Amanda tersipu malu.
“Hmm… memang… baik gimana, Kak?” selidikku.
“Ya, baik. Dia itu lembut, sabar, udah gitu perhatian lagi.”
“Kakak suka sama Kak Fatih?” lagi-lagi aku menangkap rona merah pada wajah kakak.
“Cewek mana sih, An, yang nggak suka sama ikhwan sejati macam dia? sederhana dan bijaksana,” dengan semangatnya pujian demi pujian terhadap Kak Fatih terlontar dari bibir Kak Amanda.
“Hmm… Dia memang sejatinya ikhwan sempurna, Kak. Ya, setidaknya untuk masa sekarang ini. Tapi sebaiknya Kakak hati-hati.”
“Hati-hati? Maksud kamu??”
“Pastinya, bukan cuma Kakak yang memiliki perasaan seperti itu untuk seorang ikhwan sebaik dia. Annisa cuma nggak ingin nantinya Kakak menjadi kecewa karena terlalu dalam mengharapkannya,” ucapku sok menasihati.
“Kamu juga menyukainya, An?” tanya Kak Amanda harap-harap cemas.
“Kak… Annisa ini masih terlalu kecil untuk hal seperti itu. Baru juga kelas 3 SMA.”
“Gimana kalau ternyata Kak Fatih memilih kamu?” aku tersentak menerima pertanyaan itu.
“Jodoh itu sudah ada yang mengatur, Kak. Yang pastinya, Annisa bakal bersyukur banget bisa mendapatkan hatinya. So, Kakak harus menerimanya dengan ikhlas, ya? hehe,” jawabku berusaha santai.
Kak Amanda melempar gulingnya ke arahku, “Huu..!”
Aku menarik selimut dan membenamkan diriku di dalamnya. Membiarkan kehangatannya memelukku di sepanjang malam. Mengusir gundah yang tiba-tiba bertebaran dalam hatiku bersama secercah cemburu yang bergelayut di jiwaku.
***
Ada perasaan yang mulai mengganggu. Saat setiap hari aku harus menyaksikan raut kebahagiaan di wajah Kak Amanda setiap dia memegang ponselnya. Saat setiap malam aku harus mendengarkan cerita kakakku satu-satunya itu tentang kekagumannya pada Kak Fatih. Perasaan apa ini? Apa ini namanya cemburu?
Perlahan, aku mulai menjaga jarak dengan murabbi kelompok ikhwan itu. Aku nggak ingin perasaanku jatuh terlalu dalam pada kesehajaan ikhwan dambaan itu. Aku pun tak ingin membuat Kak Amanda kecewa bila dia mengetahui kedekatanku dengan Kak Fatih.
“Sudahlah, An. Nggak penting mikirin hal begituan. Mending fokus sama halaqah aja. Mana sebentar lagi Ujian Nasional,” aku berbicara pada diriku sendiri.
Terkadang… begitu ingin bercerita kepada murabbiku tentang kemelut perasaan ini. Tapi, aku malu. Aku malu karena telah gagal menjaga hatiku.
“SMS yang nggak penting itu sebaiknya nggak usah terlalu dihiraukan. Untuk menjaga hati aja,” begitulah kata murabbiyah cantikku itu saat aku kepergok tengah berSMS-an ria dengan Kak Fatih.
Ya, jauh sebelum Kak Amanda mengenal dan menjadi akrab dengan Kak Fatih, aku telah lebih dulu akrab dengannya. Aku sering berbagi cerita dengannya dan Kak Fatih sendiri pun seolah tak lagi segan untuk bercerita apapun padaku. Dia begitu mengerti aku dan selalu memberikan semangat ketika aku mulai goyah. Kak Amanda nggakpernah salah. Karena Kak Fatih memang sangat baik dalam memperlakukan perempuan. Dia sangat lembut, terbuka, dan begitu dewasa. Mungkin, memang seperti itulah sikapnya pada setiap perempuan. Tapi sejauh ini, kurasa aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak laki-laki yang begitu menjaga dan melindungi.
***
Aku menghempaskan tubuhku di kasur yang lumayan empuk. Hari ini terasa begitu melelahkan. Padahal, aktifitasku berjalan seperti biasanya, sekolah dan ikut ekstra kurikuler –Mading, KSI (Kelompok Studi Islam), Pramuka- lantas pulang ke rumah.
Usai mandi, aku berjalan menuju rak buku yang terletak di sudut kamar, bermaksud meraih novel kesayanganku yang belum habis kubaca seri kelimanya. Tetapi entah kenapa, sorot mataku menyinggahi sebuah buku bersampul kuning yang tidak terlalu tipis dan tanganku pun tergerak untuk meraihnya.
“Ini kan, buku Kak Fatih?” gumamku setelah mengenali buku yang sering di tenteng sang murabbi itu. Aku menemukan sehelai kertas biru beraroma di antara halaman buku itu. Dengan perlahan dan sangat hati-hati kubuka lipatan kertas manis itu.
Assalamu’alaikum, Kak Fatih…
Maaf telah lancang menuliskan surat ini untuk Kakak. Tapi, hanya lewat surat ini ana berani untuk menyampaikan rasa terimakasih kepada Kakak yang selama ini telah bersedia membimbing dengan penuh kesabaran.
Jujur, ana sangat bersyukur bisa mengenal Kakak. Karena melalui Kakaklah, ana dapat memahami akan pentingnya menjaga diri dan merasakan keindahan Islam. Ana benar-benar sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Kakak. Walaupun akhirnya, persahabatan ini memiliki arti lain di hati ana. Maaf, ana telah jatuh cinta pada kesederhanaan dan kesahajaan Kakak. Jika boleh, ana sangat mengharapkan Kakak untuk menjadi imam ana ke surga nantinya. Aaamiin.
Wassalam…
-Amanda-
Tubuhku tiba-tiba gemetar membaca isi tulisan itu. Kak Amanda… Kak Amanda berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada Kak Fatih. Bahkan, secara terang-terangan dia mengatakan bahwa dia mengharapkan Kak Fatih untuk menjadi imamnya. Itu artinya….
Setetes butiran bening jatuh dari mataku. Segera kuseka dengan jemariku sebelum tetesannya terlanjur melunturkan ungkapan hati itu. Kulipat kembali kertas itu dan kukembalikan ke tempatnya. Aku pun kembali menuju ranjang tanpa sempat memungut buku yang tadinya ingin kubaca. Kubenamkan wajahku di bantal, dan tangisku pun pecah menyeruak.
Aku tau dan aku sadar, cemburu itu… benar adanya.
            Ada… saat kutahu dia begitu dekat denganmu.
            Jauh melebihi kedekatanku dengannya
            Aku tau dan aku sadar, cemburu itu…
            Tak sepantasnya membenam di jiwaku.
            Karena aku… Bukan siapa-siapa…
Hari ini, aku baru benar-benar mengerti tentang kemelut yang kurasakan selama ini. Ya, ternyata, benar itu adalah cinta. Ternyata, aku pun jatuh cinta pada Kak Fatih. Tapi aku masih terlalu kecil untuk berbicara tentang cinta. Mungkin, Kak Amanda memang lebih berhak mendapatkan Kak Fatih. Kak Amanda cantik, baik, dan usia mereka hanya terpaut 2 tahun lebih tua Kak Fatih. Sedangkan aku jauh lebih muda 4 tahun dari Kak Amanda.
Ya, Allah… Ajarkan aku untuk ikhlas melepaskannya.
***
“Annisa…,” Kak Amanda memanggil saat aku hendak pergi ke sekolah bersama ayah.
Aku pun menghentikan langkah dan membalikkan badan.
“Ada apa, Kak?”
“Hari ini kamu ada agenda liqa’, kan?” tanyanya penuh harap.
Aku hanya mengangguk heran, dan Kak Amanda menyerahkan sebuah buku padaku.
“Titip ini buat Kak Fatih, ya?”
Deg! Jantungku terasa berhenti berdetak. Kusambut buku itu dengan senyuman, kemudian berangkat ke sekolah diantar ayah.
“Assalamu’alaikum, An. ‘Afwan, Kakak nggak bisa liqa’ hari ini. Ada kepentingan yang nggak bisa ditinggalkan. Minta tolong disampaikan sama teman-teman, ya? Syukron,” Kak Nabila, murabbiku mengirim SMS pada jam istirahat pertama. Aku pun langsung mengabari teman-teman yang lain.
“Assalamu’alaikum, An. Hari ini Kakak nggak bisa liqa’. Tapi, tadi sudah Kakak sampaikan sama Ikhsan. Hanya saja, sore ini Kakak pingin ketemu kamu, bisa?” tak lama berselang, SMS Kak Fatih ikut-ikutan nimbrung di kotak masukku.
“Wa’alaikum salam. Insya Allah bisa, Kak. Jam berapa?”
Ba’da Ashar, ya? Sebaiknya ketemu di mana? Di sekolah atau Kakak mampiri ke rumah kamu aja?”
“Hmm… ba’da Ashar sih ana udah di rumah, Kak. Kalau nggak repot, boleh deh Kakak aja yang ke rumah.”
“Oke… kalau begitu, nanti sore Kakak langsung ke rumah Annisa aja.”
“Sip, Kak.”
Obrolan via SMS itu berakhir seiring berbunyinya bel delapan kali pertanda jam istirahat telah berakhir.
Sepulang sekolah, kuserahkan kembali buku yang tadi pagi dititipkan Kak Amanda padaku.
“Lho, kenapa?”
“Hari ini nggak ada liqa’, Kak?” kulihat seraut wajah yang dilanda kekecewaan tepat di hadapanku.
“Tapi, katanya Kak Fatih hari ini mau ke sini, ba’da Ashar.”
“Serius kamu, An? Mau ngapain?” senyum mengembang di bibir Kak Amanda seolah menghapus selaksa kesedihan yang tadi sempat singgah. Aku pun tersenyum mengiyakan pertanyaan kakakku itu kemudian berlalu menuju kamar mandi.
Usai shalat Ashar, aku melanjutkan membaca novel kesayanganku. Sementara Kak Amanda nampak tengah sibuk memoles dirinya di depan cermin.
“Apa mungkin kali ini, Kak Amanda akan nekat ngomong langsung tentang perasaannya ke Kak Fatih, ya? bukan lagi melalui surat.” gumamku dalam hati.
Bersamaan dengan itu, kudengar ucapan salam dari luar rumah disertai ketukan pintu tiga kali.
“An,” Kak Amanda mengisyaratkan aku untuk membukakan pintu. Aku pun beranjak dari tempat tidur.
“Wa’alaikum salam…,” sahutku sembari membuka pintu.
“’Afwan, An, mengganggu waktunya sebentar.”
Nggak apa-apa, Kak. Mari silakan masuk,” aku mempersilakan sang murabbi itu masuk dan duduk di ruang tamu.
Tak lama kemudian, Kak Amanda muncul dengan membawa baki berisi air minum dan satu toples makanan ringan, lalu menyuguhkannya pada Kak Fatih.
“Silakan, Kak. Oh iya, tumben ke sini. Ada apa, Kak?” aku melirik sekilas pada Kak Amanda.
“Ana cuma ingin mengantarkan ini saja secara langsung sama kalian. Karena ana sudah menganggap kalian ini seperti saudara sendiri. Ana berharap kalian berkenan untuk hadir,” ujar Kak Fatih tanpa basa-basi.
Aku menerima amplop hijau itu dan perlahan mengambil isinya kemudian membacanya.
            Walimatul ‘Ursy
            Muhammad Al-Fatih Fadhillah dengan Nabila El-Jihan.
            Minggu, 18 Maret 2012
Aku tersentak membaca undangan itu, ada selaksa kesedihan yang menyeruak dalam bathinku.
Barakallahu… Selamat ya, Kak. Nggak nyangka banget kalau Kakak ternyata berjodoh dengan murabbiku sendiri, Kak Nabila,” ucapku berusaha tersenyum sembari menyerahkan kertas undangan itu pada Kak Amanda. Kulihat Kak Amanda hanya terdiam dengan genangan airmata yang berusaha disimpannya agar tak sampai terjatuh di hadapan Kak Fatih.
“Alhamdulillah… Orangtua ana yang memilihkan dia untuk ana. Baiklah, kalau begitu ana pamit ya? Terimakasih atas waktu kalian. Ana benar-benar berharap kalian berkenan hadir di walimah ana nanti,” Kak Fatih pun beranjak dari tempat duduknya. Aku mengantar kepulangannya hingga depan pintu.
***
Aku menatap Kak Amanda dengan wajah sendu. Dapat kurasakan kepedihan mendalam yang dirasakan Kak Amanda saat ini. Kak Amanda membalas tatapanku dengan sejuta gambaran kesedihan di raut wajahnya. Kemudian dia beranjak dan menghambur memelukku.
“An, ternyata benar ya. Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik dan begitu pun sebaliknya.”
“Sudah lah, Kak. Mungkin memang bukan Kak Fatih yang terbaik untuk Kakak.”
“Bukan Kak Fatih yang nggak baik buat Kakak, An. Tapi justru Kakaklah yang belum baik buat dia.”
“Allah pasti punya rencana indah di balik semua ini,” ucapku berusaha menegarkan Kak Amanda, atau lebih tepatnya menegarkan hatiku.
Kak Amanda berlari menuju kamar. Menumpahkan segala rasa indah yang telah tergores di hatinya. Sementara itu, aku memungut kembali kertas undangan bernuansa hijau itu. Mencoba meyakinkan lagi hatiku. Bahwa perasaanku telah terbunuh oleh pernikahan para murabbiku.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/06/19/53407/ikhwan-yang-kucintai-menikah-dengan-murabbiyahku/#ixzz355RoJ2vH 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook