Total Tayangan Halaman

Selasa, 08 September 2015

MENGAPA ILMU LEBIH MULIA DARI HARTA? INILAH 20 ALASANNYA

ilustrasi @farizy4n
Sosok yang sering dirujuk untuk menjelaskan keutamaan ilmu atas harta adalah menantu sekaligus sahabat Nabi, ‘Ali bin Abi Thalib. Beliau terkenal sebagai sosok muda, shalih, bertaqwa, dan kaya ilmu. Di dalam Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A. Fillah menukil penjelasan Syeikh Muhammad Abu Zahrah yang menafsirkan salah satu kalimat hikmah dari ‘Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa ilmu jauh lebih mulia dari harta.
Berikut ini 20 hal yang bisa dijadikan hujjah sehingga ilmu jauh lebih mulia dari harta.
Satu, ilmu merupakan warisan para Nabi dan utusan-utusan Allah Ta’ala, sedangkan harta merupakan warisan dari Fir’aun, Qarun, dan raja-raja setelahnya.
Dua, ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus selalu dijaga oleh siapa yang dititipi kekayaan harta.
Tiga, jika ilmu menguasai harta, maka keduanya akan menjadi mulia. Sementara itu, jika harta menguasai ilmu, maka dua perkara ini akan menjadi hina dina.
Empat, jika harta pasti berkurang saat dibelanjakan, maka ilmu akan senantiasa bertambah dan berkah jika diajarkan dan didakwahkan kepada orang lain.
Lima, ilmu akan dibawa hingga mati, bahkan akan terus menyertai pemiliknya hingga Hari Pembalasan. Sedangkan harta enggan dan mustahil ikut jika pemiliknya meninggal dunia. Saat itu, harta akan menjadi milik ahli waris sang pemilik harta.
Enam, kemanfaatan ilmu amat dihajatkan oleh seluruh lapisan manusia, mulai dari rakyat, pejabat, hingga kaum bangsawan. Sedangkan harta hanya akan benar-benar dihajatkan oleh mereka yang miskin dan lemah secara ekonomi.
Tujuh, harta bisa memunculkan banyak musuh dan kawan-kawan yang tidak tulus, ada maunya. Sementara itu, ilmu akan menghasilkan banyak saudara, murid-murid yang menghormati gurunya, dan bisa mengurangi bahkan menghilangkan musuh dan permusuhan.
Delapan, pemilik ilmu akan senantiasa dijuluki, disebut-sebut, dan digelari dengan kebaikan saat belajar hingga mengajarkan ilmunya. Sementara para pemilik harta, hanya akan digelari sebagai orang baik jika memberikan hartanya kepada orang-orang.
Sembilan, tamak (memiliki hasrat yang mendalam) akan kepemilikan ilmu sangatlah bermanfaat bagi para pencari ilmu dan cerdik cendekia. Akan tetapi, tamak kepada harta amatlah buruk kesudahannya, bagi orang miskin maupun yang kaya.
Sepuluh, semakin banyak seseorang memiliki harta, maka hisab terkait harta ini akan menjadi rumit, berbelit, dan memakan waktu yang lama. Tetapi, bagi mereka yang berilmu, Allah Ta’ala akan memudahkan baginya untuk mendapatkan syafa’at dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 
Sebelas, orang-orang berharta dianggap mulia karena sesuatu yang berada di luar dirinya (harta, dan kepemilikan duniawi). Sedangkan para pemilik ilmu menjadi mulia dan penuh pesona kebaikan lantaran sesuatu yang terdapat di dalam dirinya.
Dua belas, seluruh jenis ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta’ala harus dilakukan dengan ilmu. Sebaliknya, ada begitu banyak maksiat kelas kakap yang hanya bisa dikerjakan jika seseorang memiliki harta. Na’udzubillah.
Tiga belas, hampir saja kita tidak menemukan satu pun kemaksiatan yang bisa dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu. Bahkan, ilmu hanya bisa diperoleh dengan cara yang baik-baik saja. Sementara itu, terkait harta, ada begitu banyak jalan kotor dan siasat keji yang bisa dikerjakan hanya demi mendapatkannya.
Empat belas, sebelum mendapatkan harta, banyak sekali orang yang disergap kesedihan saat mengupayakannya. Ketika sudah berada di tangan, pemilik harta akan disergap kekhawatiran; andai harta berkurang bahkan hilang. Sebaliknya, para pelajar dan yang mengajarkan ilmu, hidupnya senantiasa berada dalam kenyamanan dan kebahagiaan, di mana dan kapan pun.
Lima belas, berilmu ataupun bodoh, saat seseorang mencintai ilmu, maka baginya kemuliaan dan kebaikan. Akan tetapi, siapa yang mencintai harta, baik saat miskin atau kaya, maka hal itu terlarang dan bisa menimbulkan banyak kerugian dunia dan akhirat.
Enam belas, Nabi Adam diciptakan sebagai manusia dengan bekal ilmu, bukan harta. Dengan ilmu itu pula, beliau menjadi makhluk yang mulia hingga diperintahkan kepada malaikat dan bangsa iblis untuk bersujud sebagai tanda hormat kepadanya.
Tujuh belas, yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah pena. Kalimat yang pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah ‘Bacalah’. Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad adalah al-Qur’an yang mulia. Tiga hal ini, keseluruhannya terkait dengan ilmu.
Delapan belas, satu-satunya harta yang bermanfaat bagi pemiliknya adalah harta yang dimanfaatkan dengan ilmu. Ialah mengamalkannya di jalan Allah Ta’ala. Sedangkan ilmu, agar ianya memberikan manfaat, maka tidak diperlukan harta di dalam memanfaatkannya di jalan Allah Ta’ala.
Sembilan belas, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyamakan pahala orang yang berharta dan berilmu lagi berinfaq dengan orang yang berilmu dan miskin saat dia berniat untuk memberikan infaq.
Dua puluh, mudah sekali bagi para pemilik harta untuk dijangkiti sifat sombong hingga mengaku sebagai Tuhan. Sedangkan mereka yang dikurniai ilmu amatlah besar rasa takut dan harapnya kepada Allah Ta’ala. [Pirman/Kisahikmah]

Titik Tekanan Untuk Menyegarkan tubuh

Untuk pertimbangan
Tahukah Anda, bahwa ada suatu tempat di tubuh manusia, di mana jika Anda menempelkan es batu pada titik tersebut selama beberapa saat, dapat sangat berdampak positif terhadap kesehatan Anda, dapat mengatasi masalah sakit kepala berat seperti migrain dengan sangat cepat, dan ketika badan Anda lelah maka tubuh Anda tiba-tiba akan terasa ringan dan terisi energi. Melakukan terapi tersebut secara berkala dipercaya juga dapat memicu peremajaan tubuh Anda dan membuat Anda terlihat lebih muda.
Tempat tersebut adalah titik tekanan yang terletak di dasar tengkorak tepat di bawah punggungan bawah batok tengkorak di atas leher, atau titik dimana leher dan kepala terhubung. Dalam ilmu Akupunktur Cina titik tersebut dikenal dengan nama Feng Fu, yang artinya “rumah angin”.
Menurut pengobatan tradisional Cina, metode titik Feng Fu tidak untuk mengobati penyakit. Bahkan, ia membawa tubuh kembali pada keseimbangan fisiologis alaminya, memberikan stimulasi emosional yang positif dan meremajakan seluruh tubuh.
Inilah Keajaiban yang Akan Terjadi Jika Anda Menempelkan Es Batu pada Titik Feng FuCobalah melakukan terapi tersebut ketika badan Anda terasa lelah atau kepala terasa pusing, maka Anda akan menemukan diri Anda menjadi ringan, lebih berenergi dan perasaan lelah atau penyakit pun seolah menghilang. Beberapa penderita migrain pun bahkan telah merasakan manfaatnya dan membuktikan sendiri, bahwa melakukan terapi menggunakan metode ini ternyata jauh lebih cepat dan efektif mengatasi migrain dibandingkan dengan konsumsi obat-obatan. Melakukan terapi dengan metode ini juga dapat membuat mood Anda meningkat dan membangkitkan perasaan nyaman, karena metode ini bekerja menstimulasi pelepasan endorfin dalam aliran darah.
Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan untuk melakukan terapi ini hanyalah menempatkan es batu pada titik Feng Fu dan tahanlah disana selama 10 hingga 20 menit. Pada awalnya mungkin Anda akan merasa dingin selama 30-40 detik, tapi perlahan-lahan titik tersebut akan mulai menghangat.
Berikut ini adalah khasiat dan manfaat menempelkan es batu pada titik Feng Fu.
Menempelkan es batu pada titik Fung Fu berkhasiat untuk:
1. Mengatasi sakit kepala dan migrain
2. Meringankan sakit gigi dan nyeri sendi
3. Menciptakan efek relaksasi
4. Membangkitkan energi dan mengusir kelelahan
5. Meningkatkan kualitas tidur Anda
6. Memperbaiki sistem pernapasan dan sistem kardiovaskular Anda
7. Mengatasi Asma
8. Mencegah sering pilek dan hidung meler
9. Mengatasi gangguan neurologis dan perubahan degeneratif pada tulang belakang
10. Memperbaiki sistem pencernaan
11. Menyembuhkan infeksi saluran pencernaan dan infeksi menular seksual
12. Mengatasi gangguan pada saluran pencernaan, obesitas dan malnutrisi
13. Mengatasi gangguan kelenjar tiroid
14. Membantu masalah arthritis, hipertensi dan hipotensi
15. Menghilangkan selulit
16. Mengatasi gangguan menstruasi, impotensi, frigiditas, endokrin, infertilitas
17. Mengatasi gangguan psiko-emosional, stres, kelelahan kronis, depresi, insomnia
Itulah tadi beberapa khasiat dan manfaat mengejutkan dari menempelkan es batu pada titik Feng Fu. Luar biasa sekali bukan? Sayangnya terapi dengan metode Feng Fu ini masih belum banyak diketahui oleh banyak orang, oleh karena itu sebarkanlah supaya orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Semoga bermanfaat 

BEGINILAH DAHSYATNYA PERTARUNGAN MALAIKAT DAN IBLIS

jihad pasukan
Secara kasat mata, perang Badar al-Kubra dan peperangan-peperangan lainnya terjadi antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Tiada yang menginginkan terjadinya peperangan. Apalagi dalam barisan kaum Muslimin. Mereka melakukan ini karena Allah Ta’ala memerintahkannya. Dan terkait perintah Allah Ta’ala ini, tiada alasan untuk mengelak, meski diri tidak menyukainya. Itulah di antara makna terbaik dari kata taat.
Namun, jika melihat lebih mendalam, sejatinya ada pertarungan lain yang terjadi dalam peperangan Badar. Bukan saja antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, tetapi juga antara malaikat yang mulia dengan iblis nan terlaknat.
Dan rupanya, pertempuran yang tidak bisa diindra ini jauh lebih dahsyat dari pertempuran yang terlihat. Bagaimanakah kejadiannya?
Bahwa Allah Ta’ala menurunkan ribuan malaikat untuk menolong kaum Muslimin. Ini merupakan satu di antara sekian banyak janji-jani Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat al-Qur’an yang mulia.
‘Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, malaikat Jibril menyertakan lima ratus malaikat di salah satu sayapnya. Kemudian malaikat Mikail menyertainya dengan membawa lima ratus pasukan malaikat di sayapnya yang lain.
Ketika perang hendak berkecamuk, setan yang mewujud dalam sosok bernama Suraqah bin Malik berkata secara lantang guna menyemangati orang-orang kafir. Katanya pongah, “Tiada satu kaum pun yang mengalahkan kalian pada hari ini. Sungguh, aku akan menjadi pelindung bagi kalian.”
Rupanya, kalimat motivasi itu hanyalan bualan. Pasalnya, saat menyaksikan malaikat Jibril dan pasukannya, setan dan seluruh bala tentara laknatnya kabur tanpa permisi. “Ke mana kalian akan pergi?” tanya seseorang kepada setan yang mewujud dalam sosok Suraqah bin Malik.
Dengan ketakutan dan cemas yang menyeruak, Suraqah menjawab, “Sungguh, aku berlepas diri dari kalian semua. Aku bisa melihat apa yang tidak kuasa kalian saksikan.” Mereka kabur setelah sebelumnya berteriak menyemangati. Mereka bergegas pergi setelah sebelumnya meniupkan bualan kepada pasukan-pasukannya dari kalangan jin dan manusia.
Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sosok Suraqah bin Malik dalam perang Badar adalah setan? “Ketika berita (kaburnya Suraqah bin Malik dari perang Badar) itu didengar oleh Suraqah bin Malik,” tutur Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi, “dia (Suraqah bin Malik) membantah.” Kata Suraqah, “Aku baru mendengar berita kepergian kalian untuk berperang setelah kalian kalah.”
Artinya, Suraqah sama sekali tidak terlibat sedikit pun dalam perang Badar. Karenanya, jika ada sosok yang kini kita dapati sangat antuasias dalam memperjuangkan keburukan dan memprovokasi masyarakat untuk turut serta di dalamnya, mungkin kita perlu banyak membaca taawudz dan Ayat Kursi, siapa tahu ia merupakaan jelmaan setan yang terlaknat. Na’udzubillah.

Senin, 06 April 2015

MENGAPA SEMUA BAYI MENANGIS KETIKA DILAHIRKAN?

ilustrasi @europapress
Ketika pertama kali dilahirkan dari rahim sang ibu, semua bayi menangis. Namun, ada dua bayi yang tidak menangis ketika dilahirkan. Mengapa bayi-bayi itu menangis saat pertama kali melihat dunia? Dan siapakah bayi yang tidak menangis saat dilahirkan?
Bayi yang terlahir disunnahkan untuk ditahnik. Ialah mengosokkan kurma (yang telah dikunyah) di langit-langit mulut sang bayi. Jumhur ulama sepakat bahwa dibolehkan langsung memberi nama kepada bayi saat lahir. Meskipun ada hadits yang menyebutkan bahwa memberi nama dilakukan pada hari ketujuh bersamaan dengan aqiqah.
Selain sunnah melakukan tahnik, bayi yang pertama kali dilahirkan juga dianjurkan untuk senantiasa didoakan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Hannah binti Faqudz yang mengatakan, “Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (Pemeliharaan)-Mu dari setan yang terkutuk,” ketika melahirkan Maryam ‘alaihas salam.
Senada dengan makna yang terkandung dalam surat Ali ‘Imran [3] ayat 36 ini, ‘Abdurrazaq meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang dilahirkan, melainkan disentuh oleh setan ketika ia dilahirkan.”
Itulah sebabnya, lanjut Rasulullah sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya ini, “Sehingga dia menangis kencang akibat sentuhannya (setan) itu.”
Maknanya, sebagai orang tua, kita harus mengetahui hal itu dan melindungi anak kita sedini mungkin dari godaan setan yang amat terkutuk denga doa dan amalan yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Bahkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan kepada umatnya untuk melindungi diri dan keturunan dari setan sejak melakukan hubungan badan dengan pasangan sahnya. Yaitu memanjatkan doa yang disunnahkan, agar kelak terlahir seorang anak yang terlindung dari setan terlaknat.
Lalu, siapakah bayi yang tidak disentuh setan saat dilahirkan? Dalam riwayat di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengakhirinya dengan mengatakan, “Kecuali Maryam binti ‘Imran dan putranya, Isa ‘alaihis salam.”
Setelah itu, Abu Hurairah mengatakan, “Jika kalian menghendaki, bacalah doa:
(Qs. Ali ‘Imran [3]: 36) Ø¥ِÙ†ِّÙŠ سَÙ…َّÙŠْتُÙ‡َا Ù…َرْÙŠَÙ…َ ÙˆَØ¥ِÙ†ِّÙŠ Ø£ُعِيذُÙ‡َا بِÙƒَ ÙˆَذُرِّÙŠَّتَÙ‡َا Ù…ِÙ†َ الشَّÙŠْØ·َانِ الرَّجِيمِ
“Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak keturunannya kepada (Pemeliharaan)-Mu dari setan yang terkutuk.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

Akhirnya Misteri Cara Pembangunan Piramid Terpecahkan

Misteri cara pembangunan piramid terpecahkan menjadi satu kata kunci yang banyak dituliskan pada mesin pencari akhir-akhir ini. Cara pembangunan piramid yang berdiri kokoh di Mesir memang menjadi satu misteri besar yang menunggu untuk diungkap. Bangunan megah peninggalan mesir kuno tersebut pun sampai saat ini masih diselimuti sejumlah misteri yang mungkin jawabannya tidak bisa diterima oleh nalar manusia. Beberapa pertanyaan yang kerap dilontarkan misalnya terkait cara mengangkat atau memindahkan batu-batu besar yang digunakan untuk membangun piramida dan cara membangun piramida yang super megah dengan keterbasan teknologi pada saat itu. Tentu cara pemindahan batu dan cara penyusunannya sehingga bisa tetap berdiri kokoh sampai saat ini menjadi satu tanda tanya besar. Padahal teknologi canggih yang berkembang dewasa ini belum tentu dapat menghasilkan kualitas bangunan yang sekokoh piramida.

Akhirnya Misteri Cara Pembangunan Piramid Terpecahkan

Seperti yang dapat dilihat, batu yang digunakan untuk membangun piramida memang berukuran cukup besar. Sejumlah ahli pun mencoba menjawab pertanyaan pertama terkait cara mengangkat atau memindahkan batu besar yang digunakan untuk membangun piramid. Batu piramid memiliki berat ribuan kilogram. Teknologi yang berkembang pada jaman dulu tentu dirasa belum mumpuni dan belum mendukung untuk dapat mengangkat atau memindahkan batu secara mudah bahkan sampai puncak piramid. Dari pertanyaan ini muncul asumsi bahwa bisa jadi orang Mesir yang membangun piramid dulu tidak mengangkat atau memindahkan batu, tetap membuatnya di puncak.

Sebuah harian Amerika Times sempat menerbitkan berita yang menyebutkan bahwa Fir’aun dalam pembangunan piramid Mesir menggunakan bahan baku tanah liat. Pada berita yang diterbitkan pada edisi 1/12/2006 tersebut juga dijelaskan bahwa batu yang digunakan untuk membangun piramid benar-benar dibuat dari tanah liat. Awalnya tanah liat dipanaskan sampai berbentuk mirip batuan keras yang cukup sulit dibedakan antara batuan buatan dan batuan alam. Karena diterbitkannya berita ini sempat ada yang berujar bahwa misteri cara pembangunan piramid terpecahkan. Terlebih setelah ditemukannya fakta penggunaan 2 jenis batuan pada piramid Giza yang merupakan piramid terbesar. Kedua jenis batuan tersebut yaitu batuan alam yang didapati sebagai pondasi dan batuan buatan pada bagian atas.

Penelitian Lebih Lanjut
Penjelasan cara pembangunan piramid dengan cara membuat batuan buatan seperti yang dijelaskan di atas memang terdengar cukup masuk akal. Apalagi setelah mengetahui Fir’aun cukup ahli dalam bidang kimia yang terbukti dari mumi yang tidak membusuk sampai ribuan tahun. Namun, tentunya penjelasan ini belum begitu memuaskan bukan. Berita yang mengabarkan pembuatan bebatuan piramid dari tanah liat tentunya didasarkan pada kajian ilmiah yang sudah dilakukan oleh para ahli. Memang benar bebatuan piramid secara kasat mata tidak dapat dibedakan mana yang bebatuan buatan dan mana yang bebatuan alami. Terlebih karena usianya yang sudah sangat tua.

Akan tetapi, bila dilihat menggunakan mikroskop elektron didapati hasil yang cukup berbeda. Seorang ilmuwan bernama Profesor Davidovits mengambil sampel bebatuan piramid dan melakukan pengamatan. Dari pengamatan yang dilakukannya diketahui bebatuan piramid terbuat dari lumpur. Bebatuan piramid dibuat dari campuran lumpur kapur dan beberapa material lain dengan komposisi tertentu dan kemudian dipanaskan dengan air garam. Proses tersebut pada akhirnya membentuk campuran tanah liat yang selanjutnya dicetak pada wadah yang sudah disiapkan di dinding piramid. Tidak sedikit ilmuwan yang mengamini hasil penelitian Profesor Davidovits. Ilmuwan lain seperti Guy Demortier yang berasal dari Belgia juga menyatakan hal serupa.

Misteri yang Terpecahkan
Setelah banyaknya penelitian yang dilakukan, pada akhirnya misteri benar-benar terpecahkan. Namun, sebenarnya fakta seputar bahan baku bebatuan piramid berupa tanah liat sudah lebih dulu dituliskan dalam Al-Qur’an sejak 1400 tahun silam. Tepatnya jawaban dari misteri tersebut tertulis pada QS. Al-Qashash ayat 38. Arti ayat tersebut yaitu:
“dan berkata Fir’aun: ‘Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakar Hai Haman untukku tanah liat lalu buatkan untukku bangunan tinggi agar aku bisa naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia dari orang-orang pendusta’.”

Rasulullah SAW sebagai penutup para nabi tidak pernah mendengar tentang piramid atau datang ke Mesir. Akan tetapi, ayat di atas sangat jelas memberikan fakta bahwa piramid Mesir dibangun dengan material tanah liat yang dipanaskan untuk membentuknya. Dengan demikian tentu akan semakin menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi satu pembenar dan pelengkap dari kitab-kitab sebelumnya. Secara lebih lanjut, Al-Qur’an juga menjadi bukti dari kenabian Muhammad SAW dan merupakan petunjuk tanpa cacat yang diberikan Allah SWT untuk petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Tentunya penjelasan ini dapat memuaskan para pecinta kumpulan misteri tentang misteri cara pembangunan piramid yang akhirnya terpecahkan.