Total Tayangan Halaman

Minggu, 25 Mei 2014

Profil SDN PELESIRAN

SEKOLAH DASAR NEGERI PELESIRAN




 PROFIL SEKOLAH

1.      Nama Sekolah                         : SD Negeri Pelesiran
2.      Status Sekolah                         : Negeri
3.      Akreditasi                                : B
4.      NSS                                        : 101026000112
5.      NPSN                                     : 20245749
6.      NSB                                        : 102110061024
7.      Alamat                                     : Jl. Pelesiran No. 36
Kelurahan                                : Lebak Siliwangi
Kecamatan                              : Coblong
Propinsi                                   : Jawa Barat
Kode Pos                                : 40132
No. Telepon                              : (022) 82520467
8.      Tahun Pendirian                      : 1949
9.      Tahun Beroperasi                    : 1949
10.  Status Tanah                           : Pemerintah
11.  Status Bangunan                     : Pemerintah
12.  Luas Tanah                              : 1238 m2
13.  Luas Bangunan                       : 635 m2
14.  Kegiatan Belajar Mengajar     : Pagi
15.  Lokasi Sekolah                        : Daerah Perkotaan
16.  Jarak dari Kota Kecamatan     : 2 km
17.  Jarak ke Pusat Kota                : 5 km



VISI, MISI, TUJUAN, DAN STRATEGI SEKOLAH

1.      Visi SD Negeri Pelesiran
Menjadi sekolah yang terpercaya yang menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dengan dilandasi akhlak mulia, berprestasi, berkepribadian, cerdas, dan terampil dengan berwawasan masa depan.

2.      Misi SD Negeri Pelesiran
a. Menumbuhkan semangat berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
b.      Mengembangkan sumber daya manusia yang berakhlak dengan menjunjung tinggi nilai luhur budaya.
c.       Menegakkan disiplin dan pengawasan proses belajar mengajar.
d.   Meningkatkan kinerja yang berdaya guna dan berhasil guna agar peserta didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
e.       Membangun citra sekolah yang terpercaya di masyarakat.

3.      Tujuan SD Negeri Pelesiran
a.   Meningkatkan perilaku dan akhlak mulia peserta didik yang bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur memiliki pengetahuan dan keterampilan serta berkepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Menciptakan peserta didik yang aktif, kreatif, dan memiliki wawasan yang luas.
c.     Mengembangkan kemampuan dasar peserta didik baik sebagai diri pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
d.   Meraih prestasi akademik dan non akademik yang dapat meningkatkan prestasi sekolah.
                        e.    Mempersiapkan peserta didik memiliki dasar pengetahuan, kemampuan, dan
                               keterampilan untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


  4.     Strategi SD Negeri Pelesiran
a.       Penataan Organisasi
1)      Penyempurnaan sistem kerja untuk peningkatan mutu
2)      Pembinaan pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan
b.      Peningkatan KBM
1)      Memberdayakan guru dalam KKG sebagai wahana belajar
2)      Mensukseskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun
c.   Pembiasaan diri untuk seluruh warga sekolah agar dapat menampilkan karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
d.   Pemberian kesempatan bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengikuti berbagai kursus/ diklat yang dapat meningkatkan kualitas kinerja.
e.       Pengadaan program unggulan pada tiap tingkatan kelas
                        f.     Penyelenggaraan kegiatan budaya untuk meningkatkan kecintaan pada budaya
                               bangsa yang diselaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan




    DATA SISWA
NO
KELAS
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
         1.  
I
32
41
73
         2.  
II
30
36
66
         3.  
III
38
31
69
         4.  
IV
41
34
75
         5.   
V
38
35
73
         6.   
VI
41
23
64
JUMLAH
220
200
420
 

    DATA GURU DAN TENAGA  KEPENDIDIKAN
NO
NAMA
JABATAN
MENGAJAR
KET.
         1.          
Hj. Mardiyah, S.Ag., M.Si
Kepala Sekolah
Guru PAI

         2.          
Komariah,A.Ma.Pd
Guru
Guru Kelas

         3.          
Imas Darningsih,A.Ma.Pd
Guru
Guru Kelas

         4.          
Dwi Yanti, S.Pd
Guru
Guru Kelas

         5.          
Hj. Nuke Sapnawati,A.Ma.Pd
Guru
Guru Kelas

         6.          
Iin Kurniasih, S.Pd.I
Guru
Guru PAI

         7.          
Uka Sutarsih, S.Pd
Guru
Guru Kelas

         8.          
Ati Korowati,A.Ma.Pd
Guru
Guru PJOK

         9.          
Engkus Kusnadi,A.Ma.Pd
Guru
Guru PJOK

       10.        
Irmawati, M.M.Pd
Guru
Guru Kelas

       11.        
Imas Siti Masitoh,A.Ma.Pd
Guru
Guru Kelas

       12.        
Nurhayati sari, S.Pd.SD
Guru
Guru Kelas

       13.        
Nonok Sukarsih
Guru
Guru Kelas

       14.        
Novi Ayudyaningtias, S.Pd
Guru
Guru Kelas

       15.        
Renny Nugrahaeni, S.Pd
Guru
Guru Kelas

       16.        
Siti Rokayah,A.Ma
Guru
Guru Kelas

       17.        
Arni Mulyani, S.Pd
Guru
Guru Bahasa Inggris

       18.        
Siti Rochayati
Tata Usaha
-

       19.        
Nolit Triyanto
Tata Usaha
-

       20.        
Ana Suryana
Penjaga
-

       21.        
Dadang Basar
Komite Sekolah

-




Bandung,   Maret 2014

Mengetahui,
Kepala SD Negeri Pelesiran



Hj. Mardiyah,S. Ag, M. Si
NIP. 19571101 198412 2 001

Sabtu, 24 Mei 2014

Di Balik Diamnya Pria

Merenung - ilustrasi novoranch.com

Lupa diri, itulah yang membuat suami kemudian lebih suka menyendiri.
Dulu, Ia mencurahkan dirinya untuk memberi kasih.
Ada saatnya ia ingin kembali ke dirinya sendiri.
Saat itu ia lebih suka berdiam diri dan semuanya ia jauhi.
Itulah gambaran ketika laki-laki memasuki periode meditasi.
Namun di akhir periode ini ia akan kembali lagi menjadi jiwa yang pemberi. 

Sebagian Istri mungkin akan heran dan takut luar biasa ketika sang suami dalam keadaan seperti ini.
Namun perlu dipahami,
Ini memang salah satu dari sekian tabiat laki-laki.
Tabiat istri kemudian mendorongnya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan suami
Ia kemudian mencoba untuk mendekati sang suami, tapi itu tidak membantu sama sekali. 
Lalu sang istri ini mulai menyalahkan dirinya sendiri.

Tapi ia menemukan bahwa tidak ada perbuatannya yang menyalahi.
Ia kemudian marah kepada sang suami.
Suami sudah berubah menjadi egois.
Suami tidak memperhatikan dirinya lagi.

Bait-bait puisi ini mencerminkan perbedaan tabiat laki-laki dan perempuan. Bila laki-laki mengalami kejenuhan atau mengalami masalah yang sangat pelik. Ia akan mencoba untuk memecahkan masalah itu sendiri. Dan itu dilakukannya dengan diam. Lalu timbul pertanyaan, mengapa ia tidak mencari pertolongan dari sang istri?. Dalam dunia lelaki, laki-laki memandang dunia ini seperti perlombaan dan seperti piramida. Ia akan berjuang untuk mencapai puncak piramida.

Laki-laki akan merasa terhina ketika istri memberi nasehat akan masalah yang sebenarnya bisa dipecahkan sendiri oleh sang suami. Niat sang istri memang baik, namun ketidak pahamannya akan tabiat laki-laki membuat pertolongannya sia-sia belaka. Bila suami sudah menyerah atau ia memang membutuhkan pertolongan maka akan meminta tolong. 

Sang istri lalu kemudian gelisah ketika melihat sang suami berubah menjadi diam. Mengapa ia tidak perhatian lagi dengan diriku? Mengapa pula ia tidak mau diajak bicara? Apakah ia sudah tidak lagi mencintaiku? Apakah aku sudah berbuat salah sehingga ia menjauhiku?. Pertanyaan ini lumrah muncul dari benak wanita.

Dalam tabiat perempuan, bila ia sedang dirundung suatu masalah maka ia secara alami tidak dapat memecahkan masalahnya dengan konsentrasi penuh. Perempuan itu cara berpikirnya ekspansif. Bila ada suatu masalah ia akan menghubungkannya dengan hal-hal lain yang masih bersangkut maupun yang tidak bersangkut. Hal ini membuat ia gelisah. Inilah yang membuat wanita lama bila disuruh berpikir sendiri, terlebih untuk mengambil suatu keputusan. Bisa terlihat ketika disusruh menentukan keputusan lamaran, mengambil kebijakan keuangan mendadak, dan lain sebagainya.

Itulah yang membuat perempuan secara naluriah menceritakan permasalahannya kepada orang lain. Tidak hanya hal pokok yang ia hadapi tapi semua hal yang bersangkut dengannya. Bahkan ia terkadang membicarakan sesuatu itu sampai pada detailnya. Cara ini yang terkadang tidak disukai lelaki, kebanyakan laki-laki menganggap hal ini keluhan kepadanya. Tidak sama sekali, memang begitu tabiat perempuan. Perempuan yang menceritaka permasalahannya akan dengan sendirinya menemukan ketenangan dan pemecahan dari masalahnya. Makanya kebanyakan kita melihat perempaun akan lega setelah ia menceritakan semua masalahnya. Cara yang terbaik dilakukan laki-laki adalah menanggapi dengan baik dan menjadi pendengar yang baik. Memang itu menjemukan bagi laki-laki. Tapi percayalah itu akan membuat cinta istri semakin bersemi.
 [Disarikan dari buku "Psikologi Suami Istri, yang ditulis oleh Dr. Thariq Kamal an-Nu'aimi, Bab 3]