Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Mei 2016

EKOSISTEM

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) SEBELAS APRIL SUMEDANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH, TERAKREDITASI BAN-PT
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (PENMAT) TERAKREDITASI BAN-PT
PROGRAM STUDI JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI (PJKR), TERAKREDITASI BAN-PT
PENDIDIKAN GURU PAUD, TERAKREDITASI BAN-PT
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR, TERAKREDITASI BAN-PT
stkip11_april@yahoo.co.id
Kampus : Jalan Aggrek Situ No.19 Tlp. (0261) 202911 Fax. (0261) 210223 SUMEDANG
 


Nama
:
Nolit Triyanto
NIM
:
-
Mata Kuliah
:
Dasar – Dasar Biologi
Program Studi
:
S1/PGSD
Dosen
:


Tugas :
1.      Coba anda amati ekosistem daratan yang berupa lapangan rumput. Makhluk apa saja yang berada di sana!
2.      Jelaskan tingkat tropik dari piramida jumlah dari suatu kolam!
3.      Uraikan alasan-alasan yang menyatakan pertumbuhan penduduk mengakibatkan pencemaran !
4.      Bagaimana cara mengelola sumber daya alam secara bijaksana?

Jawaban :
1.      Ekosistem padang rumput terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang, seperti Hongaria, Amerika Selatan, Australia dan Rusia Selatan. Di Indonesia, padang rumput terdapat di Nusa Tenggara. Rata-rata curah hujan 205-50 cm/tahun (ada yang mencapai 100 cm/tahun) dan hujan turun tidak teratur. Di daerah yang curah hujannya tinggi, rumput tumbuh subur hingga tingginya mencapai 3 m, seperti bluestem grasses. Sementara di daerah  yang curah hujannya rendah terdapat rumput yang pendek, seperti grama grasses dan buffalo grasses. Hewan yang hidup di padang rumput, seperti ; reptile, burung, kanguru, kijang, singa, cheetah, jaguar, serigala, ular, pengerat, serangga, zebra, dan jerapah.

2.      Ekosistem Kolam
1.      Lumut sebagai Produsen
2.      Zooplankton sebagai Konsumen ke - I
3.      Udang, Siput, Kepiting sebagai Konsumen ke – II
4.      Ikan Mas, Ikan Mujair sebagai Konsumen ke – III
5.      Manusia sebagai Konsumen ke – IV
6.      Bakteri (Dekomposer)

Lumut memanfaatkan bantuan energi sinar matahari agar dapat menghasilkan makanan sendiri. Lumut disini berperan sebagai produsen karena komponen ini termasuk dalam komponen autotrof yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Lumut sendiri termasuk sumber makanan bagi zooplankton atau biasa disebut konsumen. Pada trofik berikutnya ditempati oleh udang, siput dan kepiting lalu trofik berikutnya ditempati oleh ikan mas sebagai konsumen sekunder dimana ikan yang ada pada kolam tersebut memakan zooplankton sebagai sumber makanan. Selanjutnya, ikan mas tersebut dikonsumsi oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemudian terbentuklah suatu rantai makanan yang saling berhubungan dan tidak dapat dihilangkan salah satu komponennya.

3.      Pertumbuhan Penduduk yang mengakibatkan Pencemaran
Jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan kebutuhan makin meningkat pula.hal ini berdampak negative pada lingkungan, yaitu :
a.       Semakin berkurangnya lahan produktif, seperti sawah dan perkebunan karena lahan tersebut dipakai untuk pemukiman.
b.      Semakin berkurangnya ketersediaan air bersih. Manusia membutuhkan air bersih untuk keperluan hidupnya. Pertambahan penduduk akan menyebabkan bertambahnya kebutuhan iar bersih. Hal ini menyebabkan persediaan air bersih menurun.
c.       Pertambahan penduduk juga menyebabkan arus mobilitas meningkat. Akibatnya kebutuhan alat transportasi meningkat dan kebutuhan energy seperti minyak bumi meningkat pula. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara dan membuat persediaan minyak  bumi semakin menipis.
d.      Pertambahan penduduk juga menyebabkan semakin meningkatnya limbah rumah tangga, seperti sampah dan lain-lain. Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan.

4.      Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih makmur dan sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Kita juga bias mengelola sumber daya alam dengan catatan pengelolaan harus dengan baik dan tidak merusak ekosistem di sekitarnya.

A.    Cara Pengelolaan Sumber daya alam
Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian. Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan itu.
Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harusdilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:
1.      Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara. 
2.      Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3.      Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling). 
4.      Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.

B.     Cara memelihara dan melestarikan sumber daya alam
Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk semakin bertambah. Jumlah penduduk yang semakin banyak itu mengakibatkan kebutuhan hidup manusia bertambah besar. Misalnya, kebutuhan makan, pakaian, perumahan, dan kendaraan. Usaha pemenuhan kebutuhan manusia menuntut perkembangan teknologi yang semakin maju. Teknologi pun menjadi maju karena manusia mengembangkan ilmu pengetahuan.
Jika tidak dikendalikan penggunaannya maka sumber daya alam akan habis nantinya. Oleh karena itu perlu ada tindakan pelestarian sumber daya alam, adapun usaha-usaha untuk melestarikan alam diantaranya sebagai berikut:
                     1.         Penanaman kembali hutan-hutan yang gundul
                     2.         Menjaga kebersihan lingkungan
                     3.         Membuat terasering pada pertanian di pegunungan.

                     4.         Membatasi pengambilan sumber daya alam yang berlebihan

Jumat, 20 Mei 2016

Bahasa Indonesia

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) SEBELAS APRIL SUMEDANG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH, TERAKREDITASI BAN-PT
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (PENMAT) TERAKREDITASI BAN-PT
PROGRAM STUDI JASMANI, KESEHATAN DAN REKREASI (PJKR), TERAKREDITASI BAN-PT
PENDIDIKAN GURU PAUD, TERAKREDITASI BAN-PT
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR, TERAKREDITASI BAN-PT
stkip11_april@yahoo.co.id
Kampus : Jalan Aggrek Situ No.19 Tlp. (0261) 202911 Fax. (0261) 210223 SUMEDANG
 


Nama
:
Nolit Triyanto
NIM
:
-
Mata Kuliah
:
 Bahasa dan Sastra Indonesia
Program Studi
:
S1/PGSD
Dosen
:


MENGANALISIS
MEMBACA NYARING dan MEMBACA DALAM HATI


BAB I

A.    Hakikat Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (Hodgson dalam Tarigan 1979:7). Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekadar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif (Crawley dan Mountain dalam Rahim 2007:2).

B.     Tujuan Membaca

Tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi dari sumber tertulis. Informasi ini diperoleh melalui proses pemaknaan terhadap bentuk-bentuk yang ditampilkan. Secara lebih khusus membaca sebagai suatu ketrampilan bertujuan untuk mengenali aksara dan tanda-tanda baca, mengenali hubungan antara aksara dan tanda baca dengan unsur linguistik yang formal, serta mengenali hubungan antara bentuk dengan makna atau meaning (Broughton et al dalam Sue 2004:15).

C.    Jenis-jenis Membaca

1.      Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis.

Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai kemampuan, diantaranya adalah :
1. menggunakan ucapan yang tepat,
2. menggunakan frase yang tepat,
3. menggunakan intonasi suara yang wajar,
4. dalam posisi sikap yang baik,
5. menguasai tanda-tanda baca,
6. membaca dengan terang dan jelas,
7. membaca dengan penuh perasaan, ekspresif,
8. membaca dengan tidak terbata-bata,
9. mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya,
10. kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya,
11. membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan,
12. membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.

2.      Membaca Dalam Hati
Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
1. membaca tanpa bersuara, tanpa bibir bergerak, tanpa ada desis apapun,
2. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala,
3. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring,
4. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk,
5. mengerti dan memahami bahan bacaan,
6. dituntut kecepatan mata dalam membaca,
7. membaca dengan pemahaman yang baik,
8. dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan.
Ø  Membaca dalam Hati dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
(I)                Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif meliputi :
a.       Membaca Survai (Survey Reading)
Membaca Survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif.
Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut :
·         Memeriksa judul bacaan/ buku, kata pengantar, daftar isi dan melihat abstrak (jika ada)
·         Memeriksa bagian terakhir dari isi (kesimpulan) jika ada.
·         Memeriksa indeks dan apendiks (jika ada)
b.      Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalkan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.
Metode yang digunakan dalam melatih membaca cepat adalah :
·         Metode kosakata : metode yang berusaha untuk menambah kosakata.
·         Metode motivasi : metode yang berusaha memotivasi pembaca (pemula) yang mengalami hambatan.
·         Metode gerak mata : metode yang mengembangkan kecepatan membaca dengan meningkatkan kecepatan gerak mata.
c.       Membaca Dangkal (Superficial Reading)
Membaca dangkal pada hakekatnya untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.
(II)             Membaca Intensif
Membaca Intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kira kuasai. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah :
a.       Membaca Telaah Isi :
·         Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
b.      Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman ( reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standars), resensi kritis (critical review), dan pola-ola fiksi (pattenrns of fiction).
c.       Memaca Kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluative, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna bari-baris, makna antar baris, maupun makna balik baris.
d.      Membaca Ide
Membaca ide adalah jenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
e.       Membaca Kreatif
Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menangkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari.

D.    Hambatan dalam Membaca
Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca, baik itu membaca nyaring ataupun membaca dalam hati, meliputi :
(a) vokalisai atau berguman ketika membaca,
(b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara,
(c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca,
(d) subvokalisasi; suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita,
(e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca,
(f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya.









BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penilaian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survai tes. Menurut Arikunto (dalam Saputri 2013 : 31) “Survai merupakan bagian dari studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari kedudukan atau status, fenomena (gejala) dan menemukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah ditentukan.”

B.     Sumber Data Penelitian

1.      Populasi

Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Pelesiran Keca. Coblong Kota Bandung. Sebanyak 10 orang.

2.      Alur Penelitian

Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a.      Peneliti memberi pengarahan kepada peserta didik.
b.      Bahan yang akan di baca oleh peserta didik adalah 2 bahan bacaan yang masing-masing memiliki 250 kata dan diberikan waktu selama 1 menit.
c.       Sistem Penilaian ialah :

Banyak Kata yang dibaca + Pemahaman isi bacaan   x  100 %  = hasil  …… ( % )
                                        250

d.      Penelitian dilaksanakan dalam 2 kali, yaitu :
1.      10 Peserta didik Membaca Nyaring dengan bahan bacaan pertama.
2.      10 Peserta didik Membaca Dalam Hati dengan bahan bacaan kedua.
e.       Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrument penelitian yang telah dibuat.
C.    Tahap Penganalisaan Data

Berikut Tabel data hasil dari Penelitian

No
Nama
Model Membaca
Membaca Nyaring
Membaca Dalam Hati
1
Firmansyah
63 %
45 %
2
Yanuar R
70 %
55 %
3
Nazhar F
65 %
48 %
4
Al Rizky
68 %
30 %
5
Azmi R
58 %
45 %
6
Arkia A
72 %
70 %
7
Sauzan A R
65 %
72 %
8
Marsyanda H
62 %
55 %
9
Yumei A
65 %
58 %
10
Ghina N
60 %
48 %
Hasil Rata-rata
64, 8 %
52,6 %



D.    Menarik Kesimpulan


Setelah analisis data dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa Membaca Nyaring lebih signifikan karena peserta didik dapat lebih banyak memahami isi dari bacaan yaitu 64,8%, dan Membaca Dalam Hati kurang signifikan untuk dapat memahami isi dari bacaan, yaitu 52,6 %.